Program Makan Siang Gratis India Dorong Minat Sekolah

Program makanan gratis di India telah berhasil meningkatkan minat anak-anak sekolah tingkat dasar untuk bersekolah.

INDONESIA

Sabtu, 27 Jul 2013 13:51 WIB

Author

Murali Krishnan Radio Australia

Program Makan Siang Gratis India Dorong Minat Sekolah

India, program makanan gratis, pelajar, Radio Australia

Pihak berwenang India mengatakan, insiden makanan beracun di negara bagian Bihar yang menewaskan 23 anak baru-baru ini disebabkan karena adanya kelalaian.

Mereka menyayangkan tidak adanya pemeriksaan pada persiapan dan penyimpanan makanan.

Selama bertahun-tahun, penelitian menemukan adanya masalah pada penanganan dan penyimpanan makanan di sekolah-sekolah di seluruh India. Namun langkah untuk mengatasi masalah ini masih belum optimal.

Matahari baru saja terbit, suasana sibuk menghiasi dapur umum di kota Vridavan, negara bagian Uttar Pradesh.

Mereka sedang mempersiapkan makanan berupa roti, kari lentil dan nasi yang akan dibagikan kepada 165 ribu pelajar yang tersebar di 1600 sekolah di daerah tersebut.

Makanan dikemas dan kemudian dikirim melalui jasa angkutan ke sekolah-sekolah.

Program makan siang gratis yang bertujuan untuk mengatasi kelaparan ini menghadapi sejumlah masalah.

Belum lama ini terjadi insiden tragis di negara bagian Bihar, dengan lebih dari 20 anak-anak tewas setelah menyantap makanan yang mengandung pestisida beracun.

Buruknya pengelolaan dan pengendalian mutu makanan adalah beberapa masalah yang dihadapi.

Tapi kritikus sepakat, program makan siang gratis telah mendorong minat anak-anak,  khususnya anak perempuan, untuk bersekolah. Hal ini terbukti dari meningkatnya jumlah peserta didik dalam beberapa tahun terakhir. Program makan siang gratis ini patut diacungi jempol.

Sunil Sharma adalah pengawas dari kegiatan penyaluran makan siang gratis anak-anak sekolah di sebuah distik di utara India.

“Ini merupakan tantangan yang besar. Mengelola penyaluran makanan dalam jumlah besar dan tersebar diberbagai wilayah tidak mudah. Kami harus mengaturnya dengan baik dan hati-hati agar anak-anak mendapatkan makanan yang berkualitas dan bergizi. Ini bertujuan untuk memerangi malnutrisi. Banyak anak-anak berasal dari keluarga miskin dan kemiskinan identik dengan kekurangan gizi.”

Di sebuah gedung sekolah yang hampir bobrok, murid-murid di setiap kelas tampak sibuk belajar.

Hampir semua murid yang datang ke sekolah, belajar dengan perut kosong.

Om Vir Sing, kepala sekolah dari sebuah sekolah negeri mengatakan jumlah kehadiran murid meningkat. Lebih dari 100 murid, mulai dari murid SD kelas 3 sampai SMP kelas 2 kini selalu hadir di kelas.

“Bagi anak-anak, ini adalah berkat yang besar. Khususnya bagi anak-anak miskin yang tidak pernah menikmati makanan sehat selagi panas. Mereka dapat belajar dengan baik jika makanan yang mereka santap itu makanan bergizi. Dan bagi banyak anak, ini adalah satu-satunya makanan yang bisa mereka dapatkan dalam sehari.”

Setelah melakukan ritual doa, murid-murid dengan antusias berbaris menunggu giliran mereka. Mereka kemudian duduk dengan rapi dan melahap santap siang.

Rajvati anak dari seorang buruh yang saat ini duduk di bangku kelas 2 SMP merasa senang.

“Saya pikir program ini baik sekali. Makan siang gratis ini adalah berkat bagi anak-anak yang kelaparan seperti saya. Saya suka sekali makanan manis yang disajikan sebagai hidangan penutup.”

Pelajar lainnya seperti Suraj, sudah menikmati program makan siang gratis ini selama 4 tahun.

“Bumbunya tidak berlebihan, itu yang membuat makanan terasa lezat. Kami tidak pernah bisa makan makanan seperti ini di rumah, ini kenikmatan tersendiri. Makanan ini memberikan energi dan membantu kami belajar lebih baik.”

Kendati begitu, para guru berusaha untuk memberikan makanan kepada murid-murid secara teratur.

Program ini merupakan upaya sederhana dalam menanggulangi kekurangan gizi.

Laporan PBB terakhir menunjukkan 47 % anak-anak India yang berumur di bawah 5 tahun mengalami kekurangan gizi.

Seperti di negara bagian lainnya yang bermasalah dengan kesejahteraan sosial, pemerintah bekerja sama dengan perusahaan-perusahan swasta dan juga LSM untuk mengatasi masalah tersebut.

Akshaya Patra adalah mitra LSM terbesar pemerintah India. Mereka mengelola 17 dapur umum di 8 negara bagian. Narasimha Dasa, mengawasi khusus jaringan Uttar Pradesh.

“Ketika kami memulai program ini di desa-desa, para guru memisahkan murid kasta atas dan kasta bawah. Seiring waktu, murid-murid duduk bersama. Sekarang kasta itu telah hancur. Pembagian makan siang gratis dapat dilakukan dalam satu waktu.”

Selain itu ada juga manfaat lainnya, kata Dasa.

“Kami juga telah melakukan survei independen yang dibuat oleh sebuah lembaga. Mereka meneliti prestasi murid-murid setelah menyantap makan siang dan memang ada kemajuan baik tingkat kehadiran dan pendaftaran siswa baru.”

Selama satu dekade terakhir, pengeluaran tahunan telah meningkat dari 12 milyar rupiah menjadi 50 milyar rupiah.

Seperti kebanyakan negara bagian India lainnya, kinerja program makan siang gratis di wilayah satu dan lainnya sangat bervariasi.

Masalah akan tetap ada, tapi tantangan nyata negeri ini adalah bagaimana program ini bisa tersebar secara merata.


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Tingginya Kasus Positif COVID-19 pada Anak

Cegah Krisis Pangan di Masa Pandemi

Kabar Baru Jam 8

Covid-19, IDAI Ungkap Kematian Anak Capai Ribuan Perminggu