Bagikan:

India Meningkatkan Pengamanan Dunia Mayanya

India akan meluncurkan sistem keamanan dunia maya yang baru, guna memperkuat infrastruktur Teknologi Informasi penting di negara itu.

INDONESIA

Selasa, 16 Jul 2013 16:47 WIB

India Meningkatkan Pengamanan Dunia Mayanya

India, serangan dunia maya, Radio Australia, Pusat Koordinasi Dunia Maya Nasional

India akan meluncurkan sistem keamanan dunia maya yang baru, guna memperkuat infrastruktur Teknologi Informasi penting di negara itu.

Tujuannya untuk mencegah meningkatnya serangan di dunia maya dari seluruh dunia ke India.

Sistem ini muncul begitu diketahui kalau India termasuk dalam lima negara teratas yang datanya seringkali diganggu peretas asal Amerika.

India tengah bersiap membuka lembaga mata-matanya sendiri, Pusat Koordinasi Dunia Maya Nasional.

Tugas utama lembaga ini adalah melakukan pengawasan atas ancaman keamanan dunia maya dan di saat yang sama langsung memberikan laporan untuk ditindaklanjuti.

Rancangan baru ini diramalkan punya perlindungan berlapis. Kementerian yang terlibat di antaranya Kementerian Pertahanan, Dalam Negeri dan Teknologi Informasi.

Menurut data yang dikumpulkan oleh Tim Tanggap Darurat Komputer India, lebih dari seribu website pemerintah telah diretas oleh penjahat dunia maya dalam tiga tahun terakhir. Situs-situs itu menyimpan data penting dan sensitif tentang keamanan nasional.

Itu memperlihatkan adanya kesenjangan dalam mekanisme keamanan dunia maya di negara itu.

Awal Maret lalu, peretas asal Cina membobol komputer organisasi elit militer India. Gangguan keamanan ini dianggap yang terbesar dalam sejarah India.

Subho Roy, President Asosiasi Internet dan Telepon Genggam India.

“Menurut saya hal ini penting untuk dilakukan dan sudah lama tertunda. Kita harus punya beberapa kerangka kerja untuk mengatasi serangan terhadap instalasi vital kita di dunia maya seperti fasilitas pemerintah dan lainnya. Jadi langkah ini sangat disambut baik walau sedikit terlambat. Tapi lebih baik terlambat daripada tidak ada sama sekali.”

Penelitian menunjukkan penggunaan internet di India meningkat berlipat ganda dan pertumbuhan lalu lintas internet negeri itu adalah yang tercepat di dunia.

Diperkirakan ada 400 juta pengguna pada 2017 ineternet di negeri itu, naik dari 150 juta pada 2012.

Rajesh Chharia, Direktur CJ Online, ISP swasta pertama yang beroperasi, menjelaskan mengapa langkah ini sangat penting.

“Saat ini penetrasi internet broadband yang kami miliki masih kecil tapi target yang diberikan pemerintah cukup besar. Dan ketika banyak orang bergabung dalam dunia maya, pada saat itu penting untuk mengamankan pengguna internet. Dan pemerintah kita sangat agresif melakukan hal itu sehingga pengguna internet tidak akan dirugikan.”

Chharia juga menjelaskan mengapa kebijakan dunia maya baru ini penting.

“Jelas kita akan melindungi seluruh infrastruktur penting dan fasilitas umum milik kita. Karena ketika semuanya bergerak secara online dan semuanya masuk ke dunia maya, mengamankan sistem merupakan tanggung jawab yang sangat besar.”

Untuk menenangkan kekhawatiran akan adanya penyalahgunaan, pemerintah mengambil langkah-langkah untuk memastikan adanya akuntabilitas.

Dan Departemen Elektronik dan Teknologi Informasi akan bertindak sebagai agen simpul.

Ada kekhawatiran besar di India setelah Edward Snowden, pembongkar kasus di NSA, membeberkan rincian yang mengkhawatirkan soal program rahasia untuk mengumpulkan data pribadi dari jutaan pengguna web. Ia adalah salah seorang yang berada di balik bocornya informasi pemerintah yang paling eksplosif dalam sejarah Amerika Serikat.

Suketu Mehta, seorang penulis terkenal.

“Jika pemerintah Amerika ingin mengintip akun email Manmohan Singh, sama sekali tidak ada sanksi hukum yang bisa mencegah mereka melakukannya. Jadi saya sangat prihatin. Pemerintah  Amerika bisa mengetahui siapa yang Anda email, telefon, siapa kekasih Anda, berapa gaji Anda, apa pendapat Anda tentang negara ini dan soal keluarga Anda.”

Subho Roy mementahkan ketakutan ini.

“Saya tidak akan terlalu takut karena ini dilakukan di tingkat negara. Menurut saya mengorbankan data warga negara akan menjadi kasus yang jarang terjadi. Kecuali ada kasus khusus terhadap individu yang sedang dipantau dan ada aturan untuk ini. “

Tapi pertanyaan besarnya adalah apakah India punya keahlian yang dibutuhkan untuk mencegah serangan di dunia maya?

Survei menunjukkan kalau negara membutuhkan 500 ribu tenaga profesional di lapangan dalam waktu lima tahun untuk proyek itu.

Sementara saat ini, hanya ada sekitar 37 ribu tenaga profesional yang tersedia - kesenjangan yang sangat besar antara permintaan dan pasokan.

“Menciptakan infrastruktur ini membutuhkan banyak tenaga kerja terlatih. Negara kita memang penghasil tenaga IT terbesar di dunia tapi mereka perlu dilatih untuk tugas tertentu yang sangat sulit. Terjadi kekurangan insinyur di negara kita.”




Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?