Dinasti Politik Filipina Masih Terus Berkuasa

Akhir bulan ini, para pejabat Filipina yang baru saja terpilih akan mulai bertugas....sebagian besarwajah lama.

INDONESIA

Rabu, 26 Jun 2013 18:50 WIB

Author

Jofelle Tesorio and Ariel Carlos

Dinasti Politik Filipina Masih Terus Berkuasa

dinasti politik Filipina, pemilu Filipina 2013, dinasti politik

Akhir bulan ini, para pejabat Filipina yang baru saja terpilih akan mulai bertugas.

Banyak wajah lama yang kembali berkuasa... karena hasil Pemilu terakhir memang menunjukkan kalau negara ini masih dikuasai dinasti politik yang kuat.

Wajah-wajah lama juga mendominasi posisi jabatan di daerah, mulai dari pemerintahan hingga anggota dewan desa.

Tapi ada beberapa kandidat independen yang berhasil mengalahkan calon dari dinasti politik.

Luis Marcaida III, 37 tahun, adalah Wakil Walikota yang baru di Kota Puerto Princesa, ibukota Palawan, provinsi kedua terbesar di Filipina.

Ia satu dari sedikit anak muda yang menang pemilu tanpa uang atau pengaruh politik.

“Saya merasa tersanjung karena saya bertarung melawan seseorang yang punya nama dan dari keluarga politisi. Para pemilih memberi saya kesempatan.”

Ia menang melawan keponakan Walikota yang masih berkuasa... yang juga maju untuk memperebutkan kursi senat tapi kalah.

Terpilihnya Marcaida sebagai Wakil Walikota menunjukkan kalau Anda tidak perlu selalu bergantung pada nama besar keluarga.

“Kita harus memberi kesempatan pada orang lain untuk melayani dan memperkenalkan rencana-rencananya. Apa program yang mereka buat untuk kota dan provinsi ini. Kita hidup di negara demokratis dan ada proses demokrasi.”

Pasangan Marcaida adalah Lucilo Bayron, yang kini menjadi Walikota Puerto Princesa.

Ia juga tidak berasal dari keluarga politisi tapi punya rekam jejak yang meyakinkan ketika menduduki berbagai posisi di pemerintahan.

“Saya yakin masyarakat akan mempertimbangkan pengalaman saya karena saya sudah bekerja di pemerintahan sejak 1992 dan bahkan menjadi Wakil Walikota. Rekam jejak saya di pemerintahan kota juga baik. Mereka melihat saya sebagai seorang yang jujur, pekerja keras dan punya niat baik. Saya kira itu sangat membantu.”

Bayron mengaku tidak mudah menghadapi nama yang sudah lama bercokol dalam kancah politik.

Ia maju melawan istri dari Walikota saat ini, yang masa jabatannya akan segera berakhir.

“Semuanya sudah berakhir. Segala sesuatu ada masanya. Ini waktunya perubahan dalam kepemimpinan di Puerto Princesa. Itu yang dipilih rakyat. Dan inilah keputusan rakyat di pemilu terakhir ini.”

Tapi secara umum, hasil pemilu baru-baru ini menunjukkan bagaimana negeri itu masih berada dalam cengkraman kuat dinasti politik.

Total ada sekitar 180 dinasti yang berkuasa di 73 dari 80 provinsi di Filipina.

Dan dari 12 senator terpilih, 8 diantaranya berasal dari keluarga politisi.

Termasuk bekas aktor Matthew Mendoza, yang kini menjadi anggota dewan penasehat kota Puerto Princesa.
 
Selama kampanye ia secara terbuka mengakui kalau dia bergantung pada nama dan warisan keluarganya.

Kakeknya adalah gubernur pertama di provinsi ini dan ayahnya adalah walikota di akhir tahun 1980an.

“Saya pikir tidak bisa dipungkiri kalau nama keluarga dan ketenaran saya sebagai aktor menguntungkan saya. Tapi ada orang-orang mengatakan saya hanya seorang aktor. Jadi selama kampanye saya juga menjelaskan kalau saya adalah lulusan perguruan tinggi jurusan manajemen.”

Puerto Princessa dilihat banyak analis sebagai Filipina dalam skala kecil.

Dan hasil pemilu menunjukkan kalau dinasti politik masih kuat pengaruhnya.

Redempto Andari, Direktur Persatuan Jurnalis Nasional Filipina.

“Lembaga politik di Palawan, Puerto Princesa, selalu rentan diintervensi  pengaruh klan politik. Keluarga Hagedorn dan sekarang Alvarez muncul sebagai klan politik di Palawan. Anda tahu kita punya anggota Kongres baru dari keluarga Alvarez, seorang gubernur juga Alvarez, bekas anggota Kongres juga Alvarez. Dan Alvarez mulai menancapkan kukunya dalam kekuasaan.”

... tapi masih ada ruang bagi calon independen muda untuk ikut berkompetisi dengan strategi dibuat dengan hati-hati.

“Saya pikir itu komunikasi... itu yang harus dipelihara negeri ini. Orang sekarang punya lebih banyak akses dalam menentukan pilihannya dan itu yang harus kita jaga dan dikembangkan. Gunanya untuk melawan anggapan lama yang mengatakan hanya orang berduit dan punya modallah yang bisa menang pemilu.”

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Ramadan Kelabu Korban Gempa Malang

Kabar Baru Jam 7

Maqam Ibrahim: Mengaji Artefak Arkeologi

Kebebasan dalam Berpakaian

Kabar Baru Jam 8