Pusat Penyewaan Rahim di India

Penyewaan rahim di India diperkirakan bernilai lebih dari satu miliar dolar per tahun.

INDONESIA

Sabtu, 10 Mei 2014 14:38 WIB

Author

Jasvinder Sehgal

Pusat Penyewaan Rahim di India

India, Penyewaan rahim, Dr. Nayna Patel, pabrik bayi, Jasvinder Seghal

Penyewaan rahim di India diperkirakan bernilai lebih dari satu miliar dolar per tahun. 


Saat hamil, beberapa ibu yang menyewakan rahimnya tinggal di asrama yang disebut para kritikus sebagai ‘pabrik bayi.’


Mereka memberikan pasangan tanpa anak, sebuah keluarga yang telah lama dirindukan. Tapi apa yang dirasakan pengandung anak orang lain ini demi uang?

 

Afsana Khan sangat ingin makan pedas. 


Dia sedang mengandung anak kembar  dan usia kandungannya sudah delapan bulan. 


“Makanan yang diberikan pada kami tidak pedas, makanya kami menambahkan cabe ke dalamnya.”


Afsana adalah satu dari 85 perempuan yang tinggal di asrama di Anand.


Saat mereka mengandung bayi orang lain, mereka harus tinggal di sini, 


Dua anak Afsana hanya bisa berkunjung kemari sekali seminggu. Ia mengaku melakukan ini demi uang.


“Suami saya  berhutang banyak untuk membuka toko. Saya melakukan ini untuk membayar hutang itu.” 


Ia baru sekali bertemu dengan pasangan yang anaknya ia kandung.


“Mereka orang Amerika yang tinggal di Dubai. Mereka beragama Kristen. Bulan depan mereka akan datang untuk mengambil bayi kembar ini. Pasangan itu sudah menikah 17 tahun tapi tidak bisa punya anak.”


Ia dijanjikan uang hampir 70 juta Rupiah untuk anak pertama dan tambahan 17 juta untuk anak kedua.


Ia mengaku keluarga dan tetangganya tidak setuju dengan caranya mencari uang.  


“Mereka bilang ini jenis pekerjaan terburuk yang bisa dilakukan perempuan. Mereka mencaci saya tapi saya tidak peduli. Bukan mereka yang membayar saya.”


Dr Nayna Patel dan suaminya yang membayar dia.


Mereka sudah mengelola Klinik Kesuburan Akansha selama 10 tahun.


Ia membantah telah mengekspoitasi ibu miskin yang menyewakan rahimnya di klinik ini, 


“Pabrik bayi atau penyewaan rahim adalah kata yang merendahkan. Saya lebih suka menyebutnya sebagai sumbangan rahim untuk menciptkan anak-anak berbakat. Menyewakan  rahim ini adalah mendonasikan rahimnya bagi ibu yang membutuhkan.” 


Klinik ini didatangi pasangan dari lebih 40 negara seperti Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Australia, Afrika Selatan hingga negara kecil seperti Angola dan Slovakia.


Sampai hari ini, mereka sudah melahirkan hampir 800 bayi.


Saat para perempuan hamil itu berada di sini, mereka tidak bisa bekerja atau tinggal bersama keluarganya. 


Klinik ini yang membiayai makanan dan perawatan kesehatan dan mengadakan kursus bagi para ibu hamil...seperi yang satu ini. 


Maduri Ben adalah pelatih keterampilan di rumah Penyewaan Rahim ini.


“Saya mengajarkan mereka cara mencabut bulu dengan benang, waxing, memotong rambut, manicure, pedicure, facial, dan lain-lain. Ketika kehamilan memasuki bulan keempat, saya akan mengajarkan cara menata rambut dan merias wajah.”


Mereka juga diajarkan menjahit dan akan diberikan mesin jahit saat meninggalkan klinik ini. 


Ini merupakan tawaran yang menarik bagi banyak perempuan miskin seperti Kamla Ben.


“Suami saya mendatangkan banyak masalah. Dia pemabuk dan suka memukuli saya. Saya mau menyewakan rahim ini demi kepentingan saya sendiri dan anak-anak.” 




Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 14

Menguasai Manajemen Amarah

Kabar Baru Jam 7

Wacana Jokowi Presiden 3 Periode

Kabar Baru Jam 8