Perdana Menteri India yang Baru Dilantik

Nasionalis Hindu dan reformis ekonomi ini memimpin partai BJP dan ia meraih kemenangan mutlak pada pemilu baru-baru ini.

INDONESIA

Jumat, 30 Mei 2014 18:11 WIB

Author

Jasvinde Sehgal

Perdana Menteri India yang Baru Dilantik

India, Narendra Modi, Perdana Menteri, politik, Jasvinder Sehgal

Narendra Modi diambil sumpahnya sebagai Perdana Menteri India yang baru pekan ini.

Nasionalis Hindu dan reformis ekonomi ini memimpin partai BJP dan ia meraih kemenangan mutlak pada pemilu baru-baru ini.

Para pemilihnya berharap Modi bisa menciptakan  pemerintahan yang lebih bersih.

Seperti Manish Saini, yang sudah empat tahun lulus dari Fakultas Hukum tapi sampai sekarang ia masih mencari pekerjaan.

Pemilu kali ini adalah pemilu pertamanya. Ia yakin partai BJP bisa mencipakan lapangan kerja lebih banyak.

”Saya tahu pemerintahan baru tidak punya tongkat sihir yang bisa menciptakan pekerjaan. Tapi saya yakin mereka akan bisa memperbaiki sistem pendidikan yang nantinya akan menciptakan lebih banyak kesempatan kerja bagi anak muda.”

Dua pertiga penduduk India berusia di bawah 35 tahun. Dan angka pengangguran anak muda di sana secara resmi mencapai 13 persen.

”Pemerintahan kemarin ditolak para pengangguran muda seperti saya. Ini adalah isu utama dalam pemilu ini. Tapi sekarang kami berharap ada perubahan.”

BJP memenangkan 282 dari 545 kursi di dewan perwakilan.

Ini menjadikan partai itu sebagai partai politik pertama dalam 30 tahun terakhir meraih suara mayoritas.

Analis politik Vivek Sharma yang juga memilih BJP mengatakan kemenangan ini akan memberi partai itu kekuatan untuk menciptakan perubahan.

“Dalam 10 tahun terakhir ada kelumpuhan kebijakan parah karena pemerintahan yang  tidak efektif. Tapi sekarang di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Modi, negeri ini akan mengalami kemajuan.”

Narendra Modi mengikuti kampanye nasional yang fokus pada revitalisasi ekonomi dan pemberantasan korupsi.

Partai nasionalis Hindu memang punya masa lalu yang kelam. Tapi skandal korupsi dan kepemimpinan Pemerintahan Kongres yang tidak efektif sebelumnya memberikan mereka kemenangan yang kuat.

Jurnalis lokal Prem Shankar Sharma mengatakan masyarakat rindu akan perubahan.

“Dalam tiga tahun terakhir korupsi meroket dan ini sangat berpengaruh terutama pada masyarakat miskin. Selain itu harga bahan pokok juga meningkat.”

Perdana Menteri baru India ini dicintai dan dibenci dalam porsi yang sama.

Dia dituduh tidak melakukan apa-apa untuk menghentikan kerusuhan agama pada 2002 ketika lebih dari seribu orang yang sebagian besar Muslim tewas. Modi terus menyangkal tuduhan ini.

Dr. Vibhuti Bhushan Sharma adalah pendukung Partai Kongres.

“Perdana Menteri Modi menang pemilu hanya karena citranya sebagai seorang nasionalis Hindu. Dia menggunakan seluruh kekuatannya untuk memecah pemilih Hindu. Dia segera akan menjadi penjahat karena mayoritas penduduk di negara kita adalah sekuler.”

Ia juga merujuk soal suara populer yang mayoritas memilih menentang BJP.

“Partai ini hanya meraih 31 persen dari total suara. Ini berarti dia ditolak oleh mayoritas 69 persen pemilih.”

Di dunia internasional, Perdana Menteri Modi juga punya reputasi yang tidak begitu baik.

Setelah kerusuhan anti-Muslim, pemerintah Amerika Serikat menolak mengeluarkan visa untuknya sementara Inggris memutuskan hubungan.

Tapi Modi tidak pernah mengungkapkan penyesalan atau meminta maaf atas kerusuhan itu. Banyak Muslim yang harus mengungsi akibat konflik itu harus hidup dalam persembunyian

“Saya merasa Modi tidak akan mampu menjaga perdamaian dan ketertiban karena ia adalah seorang nasionalis Hindu yang fanatik. Dia suka atau tidak, kebenarannya adalah bahwa dia tidak akan mampu mengendalikan aktivisme Hindu.”

Tapi satu dekade kemudian, politisi kontroversial ini telah bergabung kembali ke dalam arus utama politik.

Dan pendukungnya seperti Gajender Sharma mengatakan Modi tidak pernah dinyatakan bersalah.

“Dia sudah dibebaskan dari tuduhan sejak lama tapi partai-partai oposisi kembali menghembuskannya untuk kepentingan politik. "

Modi berhasil memecah opini publik di India dan luar negeri.

Tapi dia juga dipuji karena membawa kesejahteraan dan pembangunan di negara bagian asalanya Gujarat.

Dan inilah yang membuat petani Rajender Singh Parmar memilih dia.

“Modi berjanji akan menciptakan lapangan kerja di desa. Perekonomian di desa-desa hancur. Masyarakat makin terpelajar dan mencari kesempatan di luar sektor pertanian. Saya berharap Modi akan menghidupkan kembali ekonomi desa dan menciptakan lapangan kerja di sini.

Narendra Modi sendiri berasal dari keluarga yang sederhana.

Saat masih kecil, dia pernah menjual teh di jalanan seperti anak-anak ini.

Tapi kini dia adalah pemimpin dari negara demokrasi terbesar di dunia.


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Jaksa Agung Diminta Klarifikasi Pernyataan bahwa Tragedi Semanggi I-II Bukan Pelanggaran HAM Berat