Pasar Permainan Vietnam Pasca Flappy Bird

Vietnam adalah Negara di balik populernya permainan ponsel pintar tahun ini

INDONESIA

Senin, 05 Mei 2014 13:22 WIB

Author

Lien Hoang

Pasar Permainan Vietnam Pasca Flappy Bird

Vietnam, Flappy bird, permainan, industri kreatif, Lien Hoang

Jika Anda memainkan game di telepon pintar Anda Februari lalu, Anda berpeluang besar mengenali adegan ini. 


Inilah Flappy Bird, aplikasi telepon genggam Vietnam yang mengguncang jagad permainan dunia.  


Mary-Anne Lee adalah penulis tentang game di Asia yang berasal dari Singapura. Menurutnya Bahkan permainan ini membetot mata pemain game profesional di Singapura. 


“Internet meledak hanya karena Flappy Bird. Berita tentang Flappy Bird memborbadir internet. Lucunya, permainan itu sulit dan membuat ketagihan. Saya kira itu membelalakan mata Vietnam. Hey, kami mungkin bukan Jepang atau Korea, tapi kami mampu menghasilkan terobosan seperti Flappy Bird. Dan saya kira setelahnya, sangat mungkin banyak perusahaan lainnya mengikuti.”

 

Flappy Bird membuat Vietnam tenar di dunia.


Tapi Tapi Ngo Luyen pendiri DivMob yang mengembangkan aplikasi mengatakan, industri permainan di sini sudah berjalan jauh sebelumnya.


“Tahun lalu, umumnya pasar permainan telepon genggam dan khususnya pasar aplikasi permainan tumbuh luar biasa cepat. Setahun lalu, ada kesenjangan antara mutu produk lokal dan Jepang. Tapi mutu lokal berubah dengan cepat,  terus-menerus membaik.”


Vietnam punya banyak potensi untuk industri permainan: populasi kaum muda; perluasan rambahan internet; dan pelanggan telpon lebih banyak ketimbang orangnya. 


Ngo Luyen menjelaskan, bermain game juga menarik orang Vietnam karena harganya tidak mahal.


“Ongkos mengembangkan permainan ponsel pintar amat sangat murah, bandingan dengan ongkos mengembangkan permainan online atau komputer. Untuk permainan komputer, kelompok terdiri dari tiga atau empat orang mesti sungguh berjuang untuk membuat produk yang baik. Tapi dengan permainan telepon genggam, kelompok yang sama dapat menciptakan produk bermutu internasional.”


Rendahnya hambatan untuk memulai memungkinkan pengembang independen, seperti Nguyen Tan Loc melakukan uji coba dengan gagasan aplikasi permainan baru. 


“Perasaan paling menyenangkan muncul bukan ketika menuntaskan aplikasi, tapi ketika mengembangkannya. Contohnya, kami menyelesaikan sebuah rancangan, tapi ketika kami mendapat gagasan lain, dan kami terus mengotak-atik rancangan dan mencobanya. Jika bekerja, itu sungguh menarik. Yang sungguh istimewa adalah, jika kami memberikan permainan kami pada orang lain untuk memainkannya dan mereka suka, kami sungguh senang,”


Pemerintah juga menanamkan modal di sektor teknologi. 


Pemerintah mengeluarkan rencana induk untuk membuat pusat teknologi pada 2020, ujar penulis teknologi di Asia Le Dang Hieu. 


“Pemerintah memengaruhi industri permainan dengan cara memberi dukungan IT. Ada banyak program juga untuk tujuan pendidikan. Dan Anda dapat melihat banyak kursus latihan permainan. Institusi-institusi mulai memperhatikan industri permainan.”


Dunia juga memperhatikan industri permainan Vietnam dan membayangkan, mungkingkah ada yang digemari seperti Flappy Bird dari Vietnam esok hari. 





Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.