Survei Terbaru: Mayoritas Warga Vietnam Menentang Pernikahan Gay

Pada Mei nanti, Majelis Nasional Vietnam akan merevisi Undang-undang Perkawinan dan Keluarga yang melarang hubungan sesama jenis.

INDONESIA

Senin, 21 Apr 2014 15:03 WIB

Author

Lien Hoang

Survei Terbaru: Mayoritas Warga Vietnam Menentang Pernikahan Gay

Vietnam, LGBT, survei, UU, Lien Hoang

Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat sudah bertanya-tanya apakah Vietnam akan menjadi negara Asia pertama yang melegalkan pernikahan sesama jenis. 


Jadi agak mengejutkan ketika hasil survei nasional pertama soal hak-hak LGBT menunjukkan, sebagian besar warga Vietnam menentang pernikahan sesama jenis. 


Survei ini melibatkan lebih dari lima ribu warga Vietnam dan sekitar 53 persen responden mengatakan, pasangan gay tidak boleh menikah. 


Tapi pendukung LGBT mengatakan survei itu juga menunjukkan beberapa hasil positif, seperti munculnya kesadaran tentang komunitas gay yang berujung pada lebih banyaknya dukungan.


Ini adalah Dang Nguyen Anh, Direktur Institut Sosiologi, lembaga yang melakukan survei. 


“Pengetahuan tentang gay yang hidup bersama seperti suami dan istri, sudah meningkat, terutama sejak 2005. Apa artinya ini? Ini berarti penyebaran informasi tentang mereka telah meningkat selama 10 tahun terakhir.”


Lebih dari separuh responden mendukung hak pasangan gay untuk memiliki anak dan properti. 



Dan sebagian besar merasa tidak akan terpengaruh jika pernikahan gay disahkan. 


Kembali Dang Nguyen Anh.


“Kami bertanya apa pengaruh homoseksualitas terhadap keluarga Anda? Dan hasilnya benar-benar menarik. Hampir semua orang mengatakan, itu tidak mempengaruhi mereka sama sekali. Yang menjawab seperti ini sekitar 70-80 persen.”

 

Pada Mei mendatang, Majelis Nasional Vietnam akan merevisi Undang-undang Perkawinan dan Keluarga yang melarang hubungan sesama jenis. 


Jika larangan itu dicabut, Vietnam akan menjadi negara pertama di Asia yang melegalkan pernikahan sesama jenis. 


Tapi revisi ini sepertinya hanya menunda pertanyaan soal pernikahan gay di lain waktu. 


Anak Cao Kim Chau adalah gay. Dia mengaku bangga dan tidak peduli dengan sikap pemerintah.


“Saya ingin anggota parlemen Vietnam memahami, terlepas apakah mereka setuju atau menolak pengesahan Undang-undang itu bulan depan, Undang-undang ini sudah merupakan bentuk kemenangan besar bagi komunitas kami. Mereka membawa dampak positif pada masyarakat, membantu mengubah persepsi masyarakat.”


Tapi tidak semua orang berubah pikiran. 


Nguyen Duc Manh, Direktur Institut Kajian Kependudukan, Keluarga dan Anak-anak mengatakan orangtua gay bisa berbahaya bagi anak-anak.


“Apakah anak-anak yang dibesarkan dalam keluarga dengan orangtua gay akan berkembang secara normal seperti anak-anak lainnya? Bagaimana anak-anak akan memanggil orangtua mereka, apakah keduanya akan dipanggil ayah atau ibu? Dalam masyarakat Vietnam, akankah posisi mereka kurang menguntungkan?”


Survei itu tersebut juga menyimpulkan kaum muda Vietnam lebih mendukung hak-hak gay. 


Demikian pula orang-orang dengan pendapatan dan pendidikan yang lebih tinggi yang jumlahnya meningkat di Vietnam. 


Tran Khac Tung adalah Direktur ICS, kelompok LGBT yang membantu pelaksaan survei.


“Kami ingin mengirim pesan kepada anggota parlemen. Negara kita punya peluang besar untuk mendukung keinginan dan tekad kita  untuk melindungi hak asasi manusia serta hak-hak minoritas. Sementara komunitas gay, punya punya keberanian untuk menjadi diri sendiri dan mencintai orang lain yang kita cintai. Masyarakat berani melepaskan prasangka dan ide-ide lama.”


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Membuat Minyak Goreng di Satu Harga