covid-19

Pantai Musiman di Sungai Irrawaddy

Pantai musiman di sepanjang Sungai Irrawaddy membuka kesempatan kerja bagi penduduk setempat.

INDONESIA

Minggu, 13 Apr 2014 16:57 WIB

Author

Zaw Htet DVB

Pantai Musiman di Sungai Irrawaddy

Myanmar, pantai, Irrawaddy, pekerjaan, DVB

Ini adalah Pantai Yankinthar – terbentang sepanjang satu mil di delta sungai Irrawaddy.


Sungai ini menjadi daya tarik wisatawan selama musim panas.


Dulu sebuah desa berdiri di atas tempat ini, tapi terkikis akibat erosi. 


Kini, tenda terpal dan payung warna-warni memenuhi tempat ini.


Anak-anak berenang dengan ban, sementara orang-orang Rangon menikmati dinginnya bir. Juga ada keluarga yang menyantap makanan piknik di atas kursi plastik.


Petani desa kini menggeluti bisnis rumah makan dan juga mendirikan toko-toko.


Pantai itu dihibahkan kepada mereka sebagai kompensasi atas amblasnya desa mereka.


Selama musim panas, saat permukaan air surut, mereka bisa mendapatkan uang jauh lebih banyak dibanding hasil yang didapatkan dari bertani.


Dalam dua bulan terakhir 30 ribu wisatawan telah mengunjungi pantai ini.


Mya Mya salah seorang penjual makanan di pantai musiman ini. 


“Saat pantai musiman muncul, pendapatan kami jauh lebih banyak. Dan makanan lebih banyak terjual saat festival Thyingyan berlangsung. Kami mendapatkan sekitar 110 ribu perhari.”


Khin Win Yi menjual ikan kering di pantai. Menurutnya, semua pedagang di sini menyukai pendapatan tetap yang mereka peroleh.


“Saat pantai musiman tiba, rakyat miskin bisa menjual barang-barang. Itu bagus sekali. Sebelumnya sangat sulit.”


Ko Pi Si adalah pemilik kios ikan di sini. Menurutnya  semakin banyak orang yang datang berkunjung ke pantai ini setiap tahun. 


“Saat akhir pekan, kami bisa menjual sekitar 33 – 49 kg ikan. Ada sekitar tujuh ribu pengunjung hari ini. Jumlah pengunjung tahun ini jauh lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Ada banyak kios bagi pengunjung yang ingin membeli cinderamata atau lainnya.”


Butuh satu setengah jam dari Yangon untuk mencapai pantai musiman ini.


Para pengunjung kini lebih memilih pantai musiman ini ketimbang pantai-pantai ternama yang lokasinya tak jauh dari sini.


Salah seorang pengunjung mengungkapkan alasannya. 


“Saya senang kemari karena lokasi pantai ini sangat dekat. Kami tidak lagi pergi ke pantai Chaung Thar. Pantai ini sangat dekat dan mudah dicapai. Kami berencana untuk datang lagi bulan depan.”


Pemerintah telah menyiapkan sistem tender bagi orang-orang yang ingin membuka kios dan penginapan.


Uang yang diperoleh dari musim ini akan digunakan untuk membangun balai kota.


Dan sisanya akan dialokasikan untuk festival air tahunan Thingyan, yang akan diselenggarakan beberapa pekan lagi.


Aye Swe adalah salah seorang petugas senior di pantai Yankinthar ini. 


“Tahun lalu, puluhan ribu wisatawan menghadiri festival air tahunan. Kami berharap jumlah pengunjung yang datang sama seperti tahun lalu.”


Pantai menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menghindari  teriknya cuaca Yangon.


Pengunjung bisa menikmati beragam rumah makan. Ada juga toko yang menjual pakaian, topi dan makanan kering kemasan.


Tapi musim hujan akan datang dalam beberapa bulan ke depan dan pantai ini akan tenggelam dalam derasnya sungai Irrawaddy.


Para pemilik restoran dan kios mengandalkan penghasilan yang mereka diperoleh selama musim panas. Begitu musim hujan datang, mereka akan kembali bertani dan bergantung pada kail pancing, hingga permukaan air sungai kembali surut. 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Mampukah Polisi Respons Cepat Kasus yang Libatkan Anggotanya?