Mahasiswa Taiwan Hentikan Pendudukan Parlemen

Mereka memprotes pakta perdagangan Taiwan dengan Tiongkok. Mahasiswa menilai, pakta tersebut tidak transparan dan mengancam pekerja lokal.

INDONESIA

Minggu, 13 Apr 2014 17:00 WIB

Author

Sen Lam Radio Australia

Mahasiswa Taiwan Hentikan Pendudukan Parlemen

Taiwan, Tiongkok, Mahasiswa Protes, pakta perdagangan, Radio Australia

Mahasiswa Taiwan sepakat mengakhiri pendudukan gedung parlemen yang sudah dilakukan hampir tiga minggu.


Mereka memprotes pakta perdagangan Taiwan dengan Tiongkok. Mahasiswa menilai, pakta tersebut tidak transparan dan mengancam pekerja lokal.


Ketua DPR berjanji akan meninjau kembali perjanjian perdagangan tersebut.


Sen Lam dari Radio Australia mewawancari Dr Roy-Chun Lee, Wakil Direktur WTO Taiwan. 


Q. Ketua DPR Yuan, parlemen memberikan jaminan bahwa pakta perdagangan Taiwan-Tiongkok tidak berlaku sampai peraturan soal perjanjian lintas selat diterapkan. Bagaimana pemahaman Anda, bagaimana ini akan bekerja? 


“Ya, saya pikir ada banyak masalah soal langkah-langkah dalam peninjauan perjanjian perdagangan antara Taiwan dan Tiongkok. Tapi saat ini, saya pikir kesepakatannya adalah bahwa kita punya undang-undang di bawah mekanisme peninjauan kembali DPR.” 


“Saya pergi ke sebuah audiensi publik kemarin yang digelar legislatif Yuan, parlemen di Taiwan. Saya pikir ada perjanjian yang kuat di antara legislator tentang urutan ini, soal undang-undang pertama dan peninjauan akan mengikuti.”


“Sekarang UU itu ada dua versi; satu yang diusulkan pemerintah dan kami punya proposal tandingan yang telah disatukan dengan kelompok mahasiswa yang menduduki parlemen. Maksud saya untuk  menghilangkan perbedaan.” 


Q. Anda menyebutkan konsensus sebelumnya. Apakah itu didukung semua anggota DPR, karena sejumlah anggota parlemen dari partai berkuasa Kuomintang, KMT, mereka terkejut dengan pengumuman ketua Minggu lalu?


“Itu benar, respon awal partai berkuasa KMT, meskipun ketua berasal dari KMT. Tapi sekarang mereka berpikir Ketua DPR bekerja di luar kebijakan partai dan berusaha memberikan penilaian yang berimbang kepada pembuat resolusi.”


“Mereka menghormati keputusan tersebut dan mereka akan mengikuti langkah-langkahnya. Tetapi mereka mendesak ketua agar memfasilitasi pengiriman segera undang-undang itu.”


“Tapi saya pikir pagi ini, saya pikir konsensus, maksud saya bahkan untuk KMT. Mereka mendukung gagasan peninjauan kembali legislasi pertama.” 


Q. Jika peninjauan kembali undang-undang baru ini diberlakukan dan jika itu berlalu, apakah Anda pikir itu dapat memperlambat transaksi perdagangan di masa depan dan negosiasi Taiwan dan Tiongkok, jika semuanya harus ditinjau?


“Itu tergantung pada isi undang-undang, karena ada dua proposal sekarang.”


“Usulan pemerintah tentu saja meningkatkan transparansi dalam tahap pra-negosiasi, selama negosiasi dan penyediaan mekanisme peninjauan kembali perjanjian yang dibuat Taiwan dan Tiongkok.”


“Sedangkan, proposal yang dibuat mahasiswa lebih rumit. Mereka menginginkan partisipasi masyarakat sipil dan juga parlemen dalam proses negosiasi.”


“Dalam setiap kasus tentu saja proses akan ditunda, tapi kalau ada persyaratan yang wajar dengan undang-undang ini, saya pikir ditunda lebih baik karena banyak ketidaksepakatan di tengah masyarakat Taiwan terhadap cara kami bernegosiasi dengan Tiongkok. Kekhawatiran tersebut harus ditangani undang-undang ini.” 


“Jadi saya pikir, kami bekerja untuk menemukan cara agar semuanya enak, yaitu efisiensi negosiasi tetapi juga perhatian masyarakat. Jadi sementara ditunda, saya pikir jika itu masuk akal maka akan didukung mayoritas masyarakat.” 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Eps.2: Kuliah di UK, Cerita dari Rizki Putri Part 2

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17