Bagikan:

Kebebasan Untuk Mencintai

Seiring dengan perubahan Myanmar menjadi negara demokrasi dan penghapusan sensor, warga Myanmar kini semakin terbuka terhadap pilihan seksualitas mereka. Tapi peraturan hukum lawas yang telah ada sejak zaman kolonial dan pengajuan rancangan Undang-Undang

INDONESIA

Senin, 21 Apr 2014 15:39 WIB

Author

DVB

Kebebasan Untuk Mencintai

RUU Pernikahan, Panel Diskusi, Perempuan, Myanmar, DVB

Seiring dengan perubahan Myanmar menjadi negara demokrasi dan penghapusan sensor, warga Myanmar kini semakin terbuka terhadap pilihan seksualitas mereka.



Tapi peraturan hukum lawas yang telah ada sejak zaman kolonial dan pengajuan rancangan Undang-Undang Pernikahan baru menandakan permasalahan tentang ini belum jelas.



DVB menghadirkan sejumlah pakar dalam sebuah panel diskusi untuk membahas tujuan sebenarnya dari pengajuan RUU Pernikahan yang baru?


Apa ia demi kepentingan perempuan Burma, atau hanya sekedar alat untuk mendulang suara pada pemilu 2015 mendatang?

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Inhalasi Hidrogen dan Dampak Kesehatannya

Menyoal Kekhawatiran Komersialisasi Pendidikan

Pengesahan RUU PDP dan Perkara Pembatasan Pertalite

KPK Tetapkan Hakim Agung MA Tersangka Suap

Kabar Baru Jam 20

Most Popular / Trending