Jepang: Penangkapan Paus di Pasifik bagian Utara Tak Terpengaruh Putusan ICJ

Jepang mengatakan program perburuan paus di Samudera Pasifik bagian utara akan berlanjut, meski Mahkamah Internasional melarang perburuan besar-besaran di Samudera Antartika.

INDONESIA

Sabtu, 05 Apr 2014 13:05 WIB

Author

Chris Uhlmann Radio Australia

Jepang: Penangkapan Paus di Pasifik bagian Utara Tak Terpengaruh Putusan ICJ

Jepang, Penangkapan Paus, ICJ, Jarpa II, Radio Australia

Jepang mengatakan program perburuan paus di Samudera Pasifik bagian utara akan berlanjut, meski Mahkamah Internasional melarang perburuan besar-besaran di Samudera Antartika. Dalam putusannya, Pengadilan juga meminta Jepang untuk mempertimbangkan kembali program Pasifik. Meski kecewa, Jepang akan mematuhi putusan ICJ dan putusan ini tidak memengaruhi hubungan strategis dengan Australia. Chris Uhlmann dari Radio Australia mewawancarai Juru Bicara Delegasi Jepang untuk ICJ, Nori Shikata. 


“Jepang kecewa dan menyesalkan putusan Pengadilan yang melarang program penelitian penangkapan paus di Antartika. Namun Jepang akan mematuhi keputusan tersebut, sebagai negara yang memprioritaskan hukum internasional.” 


Q. Tentu saja ini terkait jenis perburuan  paus. Apakah mungkin Jepang melihat ini sebagai hak tradisional penangkapan paus?


“Bukan hanya Jepang yang bergerak dalam perburuan Paus. Hampir 10 negara di dunia, antaralain Amerika, Kanada, Norwegia, Islandia, Denmark dan Rusia.” 


Q. Jadi dalam pandangan Anda, Jepang punya hak?


“Apa yang kita katakan bahwa negara memiliki tanggungjawab, menempati kepentingan besar pada tatanan hukum internasional, kami akan mematuhi putusan itu. Tentu saja kami harus mempelajari putusan pengadilan dengan sangat hati-hati.”


Q. Tentu saja penilaian yang juga sempit, karena ini bukan kesepakatan. Contohnya, dengan program kedua Anda di Samudera Pasifik bagian utara, program yang tidak terpengaruh putusan ini?


“Program kami di Samudera Pasifik bagian utara di luar prorses pengadilan dan ini dua program yang berbeda. Putusan ini terkait program di Antartika.”


Q. Seberapa penting penelitian perburuan paus? 


“Bagi kami, tentu saja, program penelitian ilmiah sangat penting bagi konservasi dan mengelola paus. Kami tidak tahu berapa banyak paus dan jenisnya. Kami berpandangan penelitian ini penting dan saya tidak berpikir pengadilan telah memutuskan mengenai pentingnya program penelitian ilmiah.” 


Q. Tetapi menurut pengadilan, penelitian ilmiah tampaknya sangat terbatas..


“Pengadilan menilai Jarpa II, penelitian kami memiliki kekurangan, termasuk saat mengambil contoh dan pengadilan tidak mengacu pada kemungkinan menggunakan lebih banyak metode .”


Q. Bagaimana reaksi warga Jepang mengenai Australia yang membawa kasus ini melawan Jepang?


“Tentu saja, ada beberapa orang Jepang yang terlibat dalam penangkapan Paus. Putusan ini akan memengaruhi mereka. Namun, apa yang kami telah sampaikan bahwa kami akan mematuhi putusan tersebut dan juga untuk hubungan antara Jepang-Australia, menurut saya hubungan kami sangat penting. Kami menyebutnya mitra strategis, meliputi politik, keamanan, ekonomi dan budaya.”


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Ngopi Bersama Azul Eps 38: Kementerian Baru, Atur-atur Nomenklatur

Kabar Baru Jam 15

Cek Fakta Top 5 Hoax of The Week 17-24 Agustus 2019

Kabar Baru Jam 14

Cerdaskan Petani Dengan Rumah Koran