Unjuk Rasa Menolak Pembangkit Listik Tenaga Nuklir di India

Masyarakat India menentang pembangunan pembangkit listrik tenaga nukir raksasa di daerah mereka.

INDONESIA

Rabu, 26 Mar 2014 12:07 WIB

Author

Shuriah Niazi

Unjuk Rasa Menolak Pembangkit Listik Tenaga Nuklir di India

India, PLTN, unjuk rasa, lingkungan, Shuriah Niazi

Ratusan masyarakat adat menyuarakan penentangannya terhadap pembangunan pembangkit tenaga listrik tenaga nuklir di distrik Mandla. 


Pemerintah berencana membangun mega proyek pembangkit listrik tenaga nuklir yang akan memenuhi kebutuhan listrik 60 ribu penduduk di daerah itu. 


Empat ratus keluarga dari desa-desa di sekitar daerah itu akan segera digusur untuk pembangunan pembangkit ini. 


Pada 1980an, mereka sudah pernah digusur oleh proyek pemerintah yang lain yaitu proyek bendungan Bargi.


Narotam Dubey adalah sekretaris komite daerah yang menentang rencana pemerintah tersebut. 

 

“Tidak ada yang lebih memahami selain kami. Kami sudah memberikan air, hutan dan lahan kami untuk pembangunan negeri ini. Tapi pemerintah tidak pernah melakukan sesuatu untuk kami. Dan sekarang mereka ingin menggusur kami lagi untuk membangun pembangkit nuklir.”

 

Setelah mendapat tekanan dari masyarakat, pada Februari lalu pemerintah distrik mengadakan audiensi publik.


Tujuannya untuk memperoleh persetujuan masyarakat lokal atas dampak lingkungan yang ditimbulkan proyek nuklir tersebut.


Meera Bai dari Desa Chutka mengatakan audiensi publik itu palsu karena dilakukan secara tertutup. 


“Audiensi itu diadakan dengan pengawalan polisi. Masyarakat dari Desa Chutka dan sekitarnya berunjuk rasa di luar tempat pertemuan dan tidak diizinkan masuk. Mereka mengadakan audiensi publik palsu dengan pihak luar.”


Pemerintah India ingin 25 persen dari kebutuhan energinya didapat dari pembangkit listrik tenaga nuklir pada 2050.


Saat ini, ada 21 reaktor nuklir yang beroperasi di enam negara bagian di India. 


Tapi negara itu belum punya kebijakan jangka panjang mengenai limbah nuklir. 


Lokesh Malti Prakash dari LSM Shiksha Adhikar Manch.

 

“Penduduk desa sudah menyatakan dengan jelas kalau mereka tidak hanya menentang pembangkit listrik tenaga nuklir Chutka, tapi semua pembangkit nuklir di India. Jadi perjuangan mereka tidak hanya di tingkat lokal tapi juga untuk nasinal.” 


Kembali ke aksi unjuk rasa...


Devki Thakur dari desa Gorakhpur menyuarakan keprihatinan perempuan soal proyek pembangkit tenaga nuklir itu.


“Kami perempuan, ingin memberitahu pemerintah kalau kami tidak akan mengizinkan pembangunan PLTN ini, tidak peduli nyawa taruhannya. Bagaimana anak-anak kami akan tumbuh? Di mana mereka bisa mendapatkan pendidikan jika pemerintah mengusir kami seperti ini?”

 

Sejauh ini pemerintah negara bagian menolak untuk mengomentari masalah ini.

 



Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Dampak Tambang terhadap Lingkungan di Sulawesi Tenggara dan Tengah

NFT, New Kid on the Block (chain)

Kabar Baru Jam 8

Seruan Penolakan Bibit-Bibit Kekuasaan Mutlak