Penari Hip Hop Difabel Asal India

Vinod Thakur adalah penari hip hop India yang terlahir tanpa kaki, yang sekarang punya sekolah tari sendiri yang secara khusus didirikan untuk anak-anak cacat.

INDONESIA | CERITA

Senin, 24 Mar 2014 16:34 WIB

Author

Jasvinder Sehgal

Penari Hip Hop Difabel Asal India

India, Vinod Thakur, penari cacat, pendidikan, Jasvinder Seghal

Akademi musik dan tari Seniman Mahavidyalaya terletak dekat stasiun kereta api di New Delhi.


Akademi ini tidak memungut biaya bagi beberapa siswa, kata Krishna Basumatary, salah satu pendiri sekolah ini. 


“Kami membebaskan biaya pendidikan bagi anak-anak cacat atau miskin yang mau belajar di sekolah ini. Kami hanya meminta bayaran dari siswa yang mampu membayarnya.”


Pramod yang berusia 21 tahun terkena polio saat masih kecil.


Di sini, ia belajar menari dengan kondisi fisiknya itu. 


“Orang-orang berpikir sebagai orang cacat, saya tidak bisa melakukan apapun dengan hidup saya. Mereka penuh dengan opini negatif, sementara saya adalah orang yang bangga dengan kecacatannya. Saya mengubah kelemahan saya menjadi kekuatan. Untuk menari dengan baik, yang pertama harus dimiliki adalah hati yang kuat, baru kemudian kaki. Vinod menunjukkan pada kami langkah-langkah tarian dengan menggunakan tangannya yang kuat.”


Vinod Thakur yang berusia 26 tahun adalah pendiri akadami tari ini. 


“Saya terlahir tanpa kaki. Keluarga saya kerap khawatir dengan masa depan saya. Tapi jika Tuhan tidak memberikan segalanya pada Anda, maka dia memberikan bakat khusus. Yang perlu Anda lakukan adalah menemukannya.”


Keinginan Vinod untuk menari dimulai ketika ia masih kecil.


Sebelumnya dia pernah bekerja sebagai tukang servis telepon selular. Lalu teman-temannya membujuknya untuk bergabung dengan acara pencarian bakat di TV. Itulah yang mengubah hidupnya secara dramatis. 


Dia berhasil lolos ke babak semifinal sebagai kontestan dalam acara ‘India Got Talent’ pada 2010. 




Sejak itu dia dikenal sebagai ‘penari tanpa kaki’


“Saya tidak pernah menganggap diri saya sebagai orang cacat. Saya menggunakan tangan saya sebagai kaki. Sebelumnya, saya sangat tertarik dengan olahraga, tapi perlahan-lahan berubah ke tarian. Saya pun ikut serta dalam sebuah program televisi sebagai penari hip hop. Saya juga ikut serta dalam program reality show di Korea Selatan dan Taiwan.”


Dalam semalam dia menjadi terkenal dan menjadi berita utama di surat kabar serta saluran berita di seluruh negeri. 


Pada 2013, ia mendirikan akademi tari untuk mengajarkan cara menari pada para penyandang cacat.


Di sinilah, dia bertemu dengan istrinya, Raksha yang juga seorang penari.


“Saya tidak ingat bagaimana kisah cinta ini dimulai tapi saya bertemu pertama kali dengannya di akademi tari ini. Dia sangat populer di TV dan saat itu saya juga penggemar beratnya. Saya bergabung dengan akademinya untuk belajar cara menari. Selama pelatihan, saya melihat kalau dia tidak tergantung pada siapa pun untuk mengurus semua peserta pelatihan di akademinya. Saya jatuh cinta dengan sifat pedulinya.”


Sebuah stasiun TV swasta India mendengar kisah Vinod dan Raksha. Mereka lalu menyiarkan upacara pernikahan pasangan ini secara langsung di televisi. 


Mereka pun memberikan hadiah kejutan dengan menghadirkan semua anggota keluarga pasangan ini untuk memberikan restunya, 


Padahal awalnya, kedua orangtua pasangan ini tidak merestui pernikahan itu. 


“Kemana pun dia pergi, saya selalu menemani. Saya tidak pernah mengizinkan dia pergi kemana pun tanpa saya.” 


“Ini yang Anda sebut cinta sejati. Dia bahkan tidak mengizinkan saya untuk pergi kamar mandi sendirian!”


Dan sekarang, pasangan ini bermain dalam sebuah reality show tentang dunia tari. 


Kembali ke akadaemi tari Vinod...


Dari 80 siswa akademi saat ini, 20 diantaranya adalah penyandang cacat kata Vinod. 


“Saya membentuk lembaga yang akan mencari anak-anak cacat berbakat di India. Tujuannya untuk membantu anak-anak cacat dengan berbagai cara. Saya tidak menyebut mereka cacat, tapi anak-anak dengan kemampuan khusus.”


Setiap hari siswa baru datang kemari untuk belajar tarian hip hop dan barat.


Chaitnya yang baru berusia 14 tahun bermimpi bisa menjadi penari satu hari nanti. 


“Saya melihat mereka menari. Saya suka tarian mereka jadi saya ingin belajar dari mereka.”


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 15

Menguasai Manajemen Amarah

Kabar Baru Jam 7

Wacana Jokowi Presiden 3 Periode