Orang Baloch Melakukan Aksi Jalan Kaki ke Islamabad

Puluhan orang Baloch berada di jalanan selama berbulan-bulan menuju Islamabad.

INDONESIA

Selasa, 11 Mar 2014 11:56 WIB

Author

Mudassar Shah

Orang Baloch Melakukan Aksi Jalan Kaki ke Islamabad

Pakistan, Baloch, aksi jalan kaki, penculikan, Mudassar Shah

Begitu matahari musim dingin terbit.. sejumlah orang Baloch Pakistan mulai berkumpul di jalanan.


Mereka bersiap untuk hari lain dan merapatkan barisan..


Beberapa siswa berbaris di kedua sisi jalan untuk melindungi pengunjukrasa. Mereka menutup wajah  karena takut diculik.


Mereka membawa spanduk bertuliskan “Hentikan Pembunuhan Orang Baloch” dan “Kami Mengutuk Pembunuhan tanpa Pengadilan.”


Qadeer Baloch yang berusia 72 tahun adalah pemimpin barisan ini.


Dia mendorong gerobak penuh gambar orang Baloch yang hilang. 


“Badan Intelijen Pakistan menculik orang Baluchistan. Kami memulai perjalanan panjang ini menuju Islamabad untuk bertemua PBB. Kami akan menyampaikan petisi soal tentara Angkatan Darat Pakistan dan badan intelijen yang menculik pekerja politik, kaum intelek dan menempatkan mereka dalam jeruji penyiksaan. Kami menerima 2 ribuan mayat (2006) sejak 2001.”


Anaknya juga diculik intelijen Pakistan, yang kemudian mengirimkan potongan tubuhnya.


Farzana Majid Baloch berjalan di samping Qadeer Baloch. 


Kakaknya, Zakir Majid Baloch, adalah pemimpin pelajar Baloch, yang diculik pada 2009. 


Dua minggu lalu, sejumlah orang tak dikenal menodongkan pistol kepada Farzana dan memaksanya untuk keluar dari barisan.


“Saya tidak pernah berpikir untuk mundur dari tujuan saya. Saya telah kehilangan kesehatan dan berat badan, tetapi saya telah mengumpulkan keberanian untuk memperjuangan kehidupan saudara saya. Juga kehidupan seluruh umat. 


Provinsi yang terletak di barat daya Pakistan, Balochistan telah menjadi tempat gerakan separatis sejak 2000. 


Meski kawasan ini kaya akan gas alam, orang-orang Baloch tidak mendapat menfaat dari sumber daya alam yang dikirim ke seluruh Pakistan.


Orang-orang Baloch menutut negara menghormati hak-hak mereka  dan memulai gerakan kemerdekaan. 


Suara Internasional untuk Orang Baloch yang Hilang mencatat, lebih dari 18 ribu orang hilang dan 1500 potongan jenazah telah ditemukan.




Qadeer Baloch memperingatkan saya, 28 wartawan yang mengangkat isu hak orang-orang Baloch telah dibunuh. 


“Kami diancam sepanjang waktu. Kami masih aman, bahkan saat bicara dengan Anda. Saya takut sesuatu terjadi pada kita agar tidak mencapai Islamabad dan bertemu dengan pejabat PBB. Tetapi kami akan tetap melanjutkan perjalanan ini.”


Di dalam barisan, pelajar berteriak menuntut keadilan dan mendesak intelijen melepaskan orang-orang yang telah ditangkap. 


Maryam Qamar adalah aktivis hak asasi manusia dari lembaga non-profit, Youth Alliance. 


Dia ikut dalam barisan ini sejak bulan lalu. 


“Barisan ini lebih banyak perempuan. Ini membuktikan bahwa perempuan tidak lemah. Mereka tidak pernah lemah. Akan ada ancaman dan ada ancaman lagi. Saya juga diancam. Kami berada di jalan yang benar dengan keyakinan ini. Saya berjalan dengan mereka.” 


Asim Sajjad adalah Sekretaris Jenderal Partai Kiri, Awami Punjab. Menurutnya, negara harus bertanggungjawab. 


“Negara bertanggungjawan untuk menghentikan konflik militer ini, karena negara yang membuat kejahatan ini. Jadi perlawan militer mencerminkan apa yang orang lakukan ketika terpojok.” 


Bagi Ali Haider yang berusia 11 tahun, ini adalah hari panjang. 


“Saya ingin mengekspresikan kemarahan saya dengan ikut perjalanan panjang ini bersama Mama Qadeer.”


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Saga Akhir Pekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18