Munculnya Isu Identitas Etnis Dalam Sensus Myanmar

Untuk kali pertama dalam 30 tahun, bulan depan Pemerintah Burma akan mulai menyensus penduduk dan perumahan.

INDONESIA

Selasa, 11 Mar 2014 12:02 WIB

Author

Banyol Kong Janoi and Poe Lay

Munculnya Isu Identitas Etnis Dalam Sensus Myanmar

Myanmar, Mon, sensus, diskriminasi, Banyol Kong Janoi dan Poe Lay

Ini adalah Hari Nasional Mon, di mana ribuan etnis Mon di Yangon merayakan hari nasional mereka. 


Di sudut acara, meja khusus ditempatkan untuk mendata orang Mon dalam program sensus nasional. 


Pegawai pemerintah, Ma Thandar Khaing yang berumur 34 tahun berasal dari etnis Mon. 


Tetapi di kartu tanda penduduknya tertulis Burma, etnis mayoritas di negara ini. 


“Ketika saya pergi ke imigrasi, saya dinyatakan Burma. Ini sebuah kesalahan. Saya adalah etnis Mon, jadi negara harus menyatakan saya sebagai Mon juga.”


Nai Min Taung Shin adalah Wakil Ketua Panitia Perayaan Hari Nasional Mon.


Ini adalah kali kedua mereka bisa memiliki perayaan etnis setelah era pemerintahan militer. 

 

“Di atas kertas, pemerintah mendukung kelompok etnis jika ingin melestarikan identitas budayanya. Tetapi kenyataanya, mereka tidak melakukan itu. Pemerintah tidak pernah memberikan izin untuk itu dan selalu mengintai kami. Jadi kelompok etnis tidak bisa merayakan hari besar mereka, itu membuat mereka frustasi. Kami merasa mereka mencoba membunuh kami secara perlahan.”


Di bawah rezim militer, kelompok etnis minoritas ditekan dan didiskriminasi. 




Mereka tidak mendapat peluang kerja, jika mereka menunjukan identitas sebagai kelompok minoritas. 


Direktur sensus etnis Mon di Yangon, Min Soe Aung mengatakan ingin mengubah ini dalam sensus national tahun ini.  


“Kementerian Imigrasi tidak menganggap ini masalah serius dan juga masalah etnis minoritas. Dalam beberapa kasus, data populasi kelompok minoritas dimanipulasi. Jadi populasinya kecil. Kami menemukan bahwa 7 dari 10 orang dimanipulasi dalam daftar tersebut.” 


Bahkan menurut Aung, mereka disebut sebagai orang Mon dalam sensus penduduk dan perumahan, tetapi begitu sampai daftar pemrintah, mereka disebut orang Burma. 


Itu sebabnya, kata dia, kelompok minoritas kehilangan haknya. 


“Berdasarkan konstitusi, setiap kelompok etnis yang mencapai 0,01 persen dari total populasi bisa memilih anggota parlemen sendiri. Jadi kami ingin mengetahui jumlah pasti orang Mon di Yangon. Itulah mengapa kami melakukan ini.”


Pada perayaan Hari Nasional Mon, pementasan drama menunjukan bagaimana etnis Mon hidup bersama kelompok etnis lain.


Drama itu juga menunjukan bagaimana pahlawan Mon melawan komando Cina untuk menyelamatkan Kerajaan Burma.


Tetapi setelah perang saudara pada 1962, kelompok etnis berjuang untuk identitas dan hak mereka. 


Min Soe Aung menjelaskan, beberapa konflik berlanjut hingga sekarang, karena adanya ketidaksetaraan. 


“Semua etnis telah tinggal di sini selama berabad-abad lalu. Jadi kesetaraan sama pentingnya dengan demokrasi dan hak asasi manusia untuk mencapai perdamaian. Bila ini dipenuhi maka kita dapat memperoleh kedamaian.”


Baru ketika Presiden reformis, Thein Sein berkuasa pada 2012, kelompok etnis lebih banyak menikmati kebebasan untuk menunjukan identitas dan kebudayaannya.


Pemerintah mengizinkan delapan kelompok etnis menggelar perayaan dan mengajarkan bahasa daerah mereka sendiri. 


Kyaw Min Min yang berumur 34tahun berasal dari etnis Rakhine.


“Saya bangga menjadi etnis Rakhine karena kami memiliki budaya dan sastra kita sendiri.”


Laporan akhir sensus penduduk dan perumahan akan diluncurkan tahun depan sebelum pemilihan umum 2015 mendatang.


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik