Bagikan:

Media Pakistan Diserang

Sejak 2000, lebih dari 90 jurnalis tewas di sana. Dan tahun ini, empat kantor media diserang.

INDONESIA

Rabu, 26 Mar 2014 09:22 WIB

Media Pakistan Diserang

Pakistan, Media, serangan, Taliban, Shadi Khan Saif dan Naeem Sahoutara

Para jurnalis di Express News Television bekerja seperti biasa... 


Tetapi beberapa tindakan pencegahan ekstra jelas telah diambil di kantor ini. 


Semua dinding kaca telah diganti dengan dinding kayu ... dan tumpukan kantong pasir di tempatkan di sekitar gedung. 


Kepala Biro, Muhammad Aslam Khan menjelaskan alasan mereka bersikap ekstra hati-hati.


“Dulu wilayah kesukuan di Barat Laut adalah tempat yang berbahaya bagi jurnalis. Tapi sekarang, bahkan di Ibukota Karachi, kantor media diserang dengan granat tangan dan jurnalisnya menjadi target tembakan.”


Pada Januari tahun ini, gerilyawan Taliban menyerang mobil van mereka di sebuah kawasan sibuk di Karachi. 


Penyerangan itu merenggut nyawa tiga karyawan media itu, yang saat kejadian semuanya duduk di kursi paling depan.

 

Itu adalah serangan ketiga dan paling mematikan di Express Media Group dalam beberapa bulan terakhir.

 

Penyelidikan polisi sedang berlangsung. Aslam Khan percaya ini adalah serangan terencana. 


“Anda mungkin menjadi target karena ada orang yang ingin sebuah berita disiarkan tapi Anda tidak siarkan. Atau sebaliknya. Anda menyiarkan sesuatu yang oleh pihak tertentu tidak ingin itu dipublikasikan. Meski keamanan ketat diterapkan di kantor, tapi jurnalis tetap harus ke lapangan. Seluruh anggota kepolisian tidak bisa mengawal setiap jurnalis.”


Karachi merupakan kantor pusat berbagai media Pakistan. Di kota ini, terdapat ratusan surat kabar, stasiun radio dan TV.

 

Empat kantor media di Karachi diserang sejak Januari tahun ini.


Dalam sebuah program perbincangan yang disiarkan secara langsung di televisi baru-baru ini, Juru Bicara Taliban lewat sambungan telepon menuduh media mempromosikan apa yang disebutnya sebagai pandangan Barat kepada masyarakat.


Akademisi yang beralih profesi menjadi jurnalis, Huma Baqaiis mengatakan ini kali pertama Taliban menyerang kantor media.


“Bukan hanya jurnalis yang terancam, tapi juga kantor media. Dalam daftar yang belum lama ini dirilis Taliban menunjukkan, ada nama-nama pemilik media dan jurnalis.”


Pemantau media, Reporter Tanpa Batas menempatkan Pakistan sebagai negara paling berbahaya ketiga bagi jurnalis, setelah Afghanistan dan Irak.


Belum lama ini, para jurnalis berunjuk rasa secara nasional mengutuk serangan Taliban. Mereka menuntut agar pemerintah menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi jurnalis. 


Amir Lateef adalah Sekretaris Persatuan Jurnalis di Karachi.


“Anda bisa mengetahui seberapa berat krisis yang dihadapi jurnalis selama satu dekade terakhir di negara ini. Kini Pakistan bergabung dengan apa yang disebut perang melawan teror. Jadi sebenarnya jurnalis adalah korban terparah dari perang melawan teror ini.”


Pemerintah Pakistan mengaku sudah melakukan berbagai upaya untuk menjamin keamanan media. 


Mereka membuka layanan telepon bagi jurnalis yang ingin melaporkan setiap kasus kekerasan. 


Kepala polisi di semua provinsi juga sudah diperintahkan untuk melindungi para jurnalis di daerah mereka. 


Tapi jurnalis berpengalaman seperti Aslam Khan tidak yakin langkah ini akan menghentikan ancaman terhadap jurnalis.


Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Subsidi dan Tata Kelola Pupuk Indonesia

Most Popular / Trending