Makanan Sehat Buatan KeBal Kini Ada di Sekolah-sekolah

Alternatif makanan murah untuk memerangi malnutrisi di Indonesia

INDONESIA

Sabtu, 01 Mar 2014 15:04 WIB

Author

Michelle Rimmer

Makanan Sehat Buatan KeBal Kini Ada di Sekolah-sekolah

Indonesia, KeBal, makanan, anak-anak, Michelle Rimmer

Di ibukota Indonesia, Jakarta, hampir 20 persen anak-anak di bawah umur 5 tahun kekurangan gizi, sementara 10 persennya kelebihan berat badan.


Banyak penduduk yang tidak mempunyai dapur. Ini lantas membuat mereka mengandalkan makanan pinggir jalan yang tidak bersih dan kurang bergizi, khususnya bagi anak-anak yang sedang menjalani masa pertumbuhan.


Sebuah alternatif lain ditawarkan oleh LSM internasional, Mercy Corps. Mereka menyediakan makanan sehat dengan harga cukup terjangkau.


Sekar adalah seorang siswi kelas empat di SD Rawasari, sebuah pemukiman kumuh di Jakarta.


Hobinya adalah menyanyi dan berolahraga.


Meski tampak malu di hadapan kamera, namun dengan lantang Sekar menyebutkan cita-citanya.


“Dokter…dokter.”


Ibu Sekar, Windarti mengaku paham pentingnya nutrisi makanan bagi pertumbuhan anaknya…


Tapi pilihan makanan mereka sangat terbatas.


“Nasi selalu nasi”


Ini adalah makanan sehari-hari anak-anak di pemukiman kumuh di Jakarta….


Mereka mengonsumsi nasi putih dalam porsi besar dan mi instan…dengan sedikit buah serta sayuran.


Mercy Corps berusaha menyediakan alternatif lain…bubur ayam, es krim buah-buahan dan jus buah organik…


Mereka juga menambahkan vitamin dan mineral ke nasi dan makanan lainnya.


Program ini disebut Kedai Balitaku atau KeBal yang dimulai pada 2009 dengan bayi sebagai target mereka…


Rosalina Pulubuhu adalah manajer KeBal.


“Kami menemukan bayi-bayi yang mengkonsumsi produk Kebal lebih sehat, tinggi dan tubuhnya lebih berisi.”


Tahun lalu mereka beralih ke sekolah-sekolah dasar.

“Kami menemukan mereka gemar mengonsumsi jajanan yang tidak sehat. Itulah sebabnya kami memperbesar pangsa pasar kami…”


Sekolah Dasar Rawasari Tiga Pagi adalah satu dari lima sekolah yang turut serta dalam program tersebut.


Makanan dimasak oleh para pekerja KeBal dan kemudian dikirim ke kantin-kantin sekolah untuk dijual.


Kepala sekolah SD Rawasari Tiga Pagi Kelanawati.


“Banyak murid membeli makanan karena alasan kesehatan dan terjamin kebersihannya. Saya sendiri membelinya – setiap hari saya membeli jus karena menurut saya jus mereka jauh lebih sehat ketimbang jus diluar sana.”


Rosalina menambahkan KeBal  juga berusaha membuat makanan olahan berbahan sayur, agar anak-anak lebih tertarik.


“Itulah sebabnya kami membuat biskuit sayuran bagi murid-murid di sekolah agar mereka memiliki asupan sayuran.”


Tapi bagi sejumlah orang, makanan sehat bersubsidi dari KeBal masih dirasa mahal.


Harga jus mereka berkisar Rp 4000 sementara jus lain bisa dibeli dengan lebih murah yaitu setengah dari harga tersebut.


“Tantangan kita bukan hanya menjual makanan sehat tapi juga mengubah kebiasaan dan itu tantangan besar bagi kami tapi kami percaya kami bisa melakukannya.”


Mereka nampaknya memberikan perubahan baik bagi Sekar.


Dan ada makanan sehat buatan KeBal yang sangat disukai Sekar.


“Anggur!”


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tambahan Anggaran COVID-19 untuk Pemulihan Ekonomi