Anak Jalanan Pakistan Bersiap Tanding di Piala Dunia

Untuk kali pertama, anak-anak jalanan di Pakistan ambil bagian dalam kompetisi sepakbola Street Child Football World Cup yang digelar di Brazil.

INDONESIA

Sabtu, 29 Mar 2014 16:58 WIB

Author

Khawar Khan

Anak Jalanan Pakistan Bersiap Tanding di Piala Dunia

Pakistan, anak jalanan, Sepakbola, Piala Dunia Brazil, Khawar Khan

Untuk kali pertama, anak-anak jalanan di Pakistan ambil bagian dalam kompetisi sepakbola Street Child Football World Cup yang digelar di Brazil pekan ini.


Gerakan ini bertujuan agar perhatian terhadap anak jalanan lebih ditingkatkan.


Bilal Khan yang berusia 14 tahun berlatih bersama tim sepakbolanya.


Bukan hanya sepakbola yang membawa mereka bersama, tetapi mereka bersama hidup di jalanan. 


Mereka berlatih keras untuk berkompetisi di Piala Dunia Anak Jalanan di Brazil. 


Bilal tidak sabar mengenakan jersey berwarna hijau dan Bendera Pakistan berkibar di lapangan. 


“Saya tidak pernah berpikir akan ke Brazil untuk mengikuti kompetisi olahraga internasional. Ini pengalaman pertama saya. Saya berterimakasih kepada Allah dan Itfan Maqbool yang memberi saya kesempatan. Sepakbola adalah gairah saya.”


Itfan Maqbool berasal dari Azad Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang berkonsentrasi terhadap anak jalanan. Saat ini dia tengah menyiapkan tim sepakbola Pakistan untuk Piala Dunia.


Menurutnya, gagasan utama dari kompetisi ini adalah untuk mewujudkan mimpi anak-anak. 


“Anak-anak ini tidak hanya bermain sepakbola, tetapi mereka juga akan menjadi bagian dalam konferensi internasional untuk menentang stigma tentang anak-anak jalanan di seluruh dunia. Ini juga untuk mendesak kebijakan perlindungan anak dan rencana aksi bagi mereka di masa depan.”


Populasi anak jalanan di Pakistan sangat besar, sekitar 1,5 juta orang. 


Di Karachi saja, ada 30 ribu anak yang tinggal di jalanan. 


Menurut Azad Foundation, mereka kerap terlibat dalam tindak kejahatan, seperti pengedar narkoba dan perdagangan manusia. 


Sementara sekitar 90 persenya menjadi korban kekerasan fisik maupun seksual. 


Raheem Basit yang berusia 12 tahun telah hidup di jalanan selama tiga tahun terakhir. 


“Ayahku pecandu minuman keras, sedangkan ibu meninggal saat saya berumur 3 tahun. Itu sebab saya meninggalkan rumah dan tidak ingin kembali.”


Kompetisi sepakbola, The Street Child World Cup tahun ini diikuti anak-anak jalanan dari 20 negara.


Tim Pakistan sudah berada di Rio de Janeiro untuk berlatih dan bersaing dengan tim lokal Brazil.


Pelatihnya, Abdul Rasheed yang berusia 28 tahun mengatakan, tantangan dalam pertandingan ini adalah membuat kesebelasan bermain sebagai tim. 


“Saya memilih anak-anak yang tahu bagaimana bermain sepakbola. Kemudian kami melatih mereka dan menilai psikologisnya, komunikasinya dan keterampilan mereka bermain bola. Selama tujuh minggu terakhir, saya telah melatih mereka. Sekarang mereka cukup baik untuk bersaing dalam kompetisi ini.”


Itfan Maqbool menambahkan, kompetisi ini penting bagi anak-anak jalanan untuk mewakili negaranya. 


Menurutnya, mereka berada dalam jalur yang tepat untuk menjadi bintang. 


“The Street Child World Cup  adalah gerakan internasional untuk merealisasikan hak-hak anak jalanan. Ini penting bagi mereka dan memberi mereka kesempatan. Semua anak berhak berkompetisi dalam turnamen ini. Ini dirancang sebelum pertandingan Piala Dunia FIFA tahun ini. 


Pesepakbola lain, Faheem yang kini berusia 12 tahun bersemangat selama mengikuti pelatihan di lapangan.


Dia berjanji akan bekerja keras untuk memenangi setiap pertandingan, tetapi yang jauh lebih penting adalah mengatakan kepada dunia bahwa mereka mewakili Pakistan. 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Mahkamah Konstitusi Gelar Sidang Perdana, Perselisihan Hasil Pemilu

10 Tahun UU Narkotika: Seperti Apa Implementasinya?

Sidang Perdana Sengketa Pemilu

Cek Fakta: Misleading Content KPU Panik

What's Up Indonesia