Bagikan:

Demi Medali Emas, Burma Singkirkan Cabang Olahraga Populer di SEA Games

Perhelatan SEA Games tahun ini merupakan acara internasional pertama di Burma setelah militer tidak lagi berkuasa.

INDONESIA

Selasa, 12 Mar 2013 12:45 WIB

Demi Medali Emas, Burma Singkirkan Cabang Olahraga Populer di SEA Games

Burma, SEA Games, atlet, sepak takraw


Perhelatan SEA Games tahun ini merupakan acara internasional pertama di Burma setelah militer tidak lagi berkuasa. 

Banyak yang dipertaruhkan dan Burma tak sanggup kehilangan muka. 

Pagi itu, pusat olahraga Nay Pyi Daw tampak sibuk. 

Pemerintah mengklaim, itulah fasilitas olahraga terbaik yang pernah dibangun di Burma. 

Wakil Direktur Kementerian Olahraga Kyaw Zin Moe 

“Saya sudah bekerja di Kementerian Olahraga selama 10 tahun lebih. Saya tidak pernah melihat fasilitas seperti ini sebelumnya.”

Sejumlah bagian stadium masih dalam tahap pembangunan. 

Para atlet giat berlatih sejak pagi hingga malam, enam hari seminggu. 

Burma ingin tampil mengesankan.

“Menggelar SEA Games adalah kesempatan unjuk gigi pada negara tetangga kami. Kami dapat menunjukan cabang olahraga lokal pada negara-negara Asia Tenggara. Kami akan menunjukan seberapa berhasil kami menggelar acara ini. SEA Games akan mempengaruhi cara komunitas internasional memandang negara kami.”

Demi meraih medali emas, Burma menyingkirkan sejumlah cabang olahraga seperti tenis dan senam. Cabang-cabang itu disingkirkan karena peluangnya kecil bagi Burma untuk menang. 

“Semua tim yang berpartisipasi tentu ingin menggondol pulang medali emas.”

Semula, SEA Games juga tidak mempertandingkan badminton, tenis meja dan hoki. Namun, cabang-cabang itu akhirnya dimasukan setelah protes dari sejumlah negara peserta. 

Sebagai pengganti tenis, olahraga tradisonal Burma yaitu sepak takraw untuk pertama kalinya akan dipertandingkan di SEA Games. 

Olahraga ini tampak seperti menari dengan memainkan bola rotan. 

Thein Zaw yang berusia 40 tahun merupakan pemain sepak takraw profesional. 

“Ketika kami bersaing di luar negeri, kami merasa seperti tamu. SEA Games merupakan lingkungan baru bagi kami. Kini kami akan bersaing di negeri sendiri. Kami merasa lebih percaya diri. Karenanya, kami rasa kami dapat memenangi separuh pertandingan SEA Games.”

Tindakan Burma sesungguhnya bukan hal baru. Negara tuan rumah lain juga menambahkan cabang olahraga lokal.  

May Yin Phyo yang berusia 30 tahun sudah turut serta dalam pesta olahraga di negara kawasan ini sebanyak 14 kali. 

“Ketika menjadi tuan rumah SEA Games, Vietnam memasukan olahraga lokal mereka. Kami turut serta dalam SEA Games sebagai teman. Ini karena kompetisi-kompetisi itu untuk membina persahabatan. Indonesia juga memasukan sejumlah olahraga lokal ketika menjadi tuan rumah.”

Pencak Silat Indonesia dan beladiri Vietnam vovonam masih digelar di Olimpiade tingkat regional ini. 

Jurnalis olahraga senior Khin Maung Htwe mengatakan, banyak orang menganggap apa yang dilakukan Burma itu menurunkan mutu SEA Games. 

“Kita mesti mengkritisi praktik seperti itu. Kita mesti lebih menekankan cabang olahraga internasional. Memasukan cabang olahraga tradisional lokal menghabiskan waktu dan uang. Ini tidak menguntungkan para atlet. Sebab mereka tidak akan dimasukan dalan pertandingan berikutnya. Burma mesti mengubah mentalitasnya dan, berhentilah mencoba menggondol medali emas dengan olahraga domestik. Negara-negara ASEAN lainnya juga mesti bertindak serupa.”

Menurut dia, Burma mesti mendorong lebih banyak anak muda untuk terjun ke dunia olahraga.

”Sebagian besar anak muda terlalu sibuk dengan les tambahan sehingga tak punya kesempatan untuk berolahraga apapun. Putra-putri kita mesti memiliki lebih banyak waktu bermain.”

....dan mengerjakan banyak PR demi mengejar negara tetangga di bidang olahraga. 

“Ketika Burma memperkenalkan SEA Games pada 1969, mereka menang medali emas. Burma menjadi tuan rumah ketika itu. Namun, ketika SEA Games kini kembali ke Burma, mereka justru menyingkirkan olahraga ini karena tidak punya tim yang kuat.”

SEA Games tahun ini diusung sebagai ajang pamer Burma pasca reformasi. 

Tapi menurutnya, target Burma memenangkan 100 medali emas di pesta olahraga kawasan ini tidak realistis. 

"Ada dua cabang utama dalam SEA Games yang menawarkan 100 medali emas. Kedua cabang itu adalah renang dan atletik. Kami tidak tahu berapa banyak atlet potensial Burma di dua cabang utama tersebut. Burma tidak berpeluang meraih medali emas di beberapa cabang.”


Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Pengungsi dan Persoalan Regulasi di Indonesia