Blogger Kian Berkembang di Pakistan

INDONESIA

Sabtu, 30 Mar 2013 22:56 WIB

Author

Mudassar Shah

Blogger Kian Berkembang di Pakistan

Pakistan, blogger, penulis, Mudassar Shah


Konferensi Blogger Urdu Internasional baru-baru ini digelar di Lahore, yang dihadiri sekitar 70 peserta Urdu. 

Dunia blogger di Pakistan sedang berkembang pesat. 

Para blogger ingin menunjukkan kalau negeri Pakistan adalah tempat tumbuhnya banyak penulis berbakat.

Salah satunya, Muhammad Hassan Miraj, terhitung sebagai blogger paling populer di Pakistan. 

Pada 2011, ia mulai menulis blog dengan berbagai artikel yang menentang nilai-nilai tradisional. 

Saking populernya, grup media nasional Dawn menerbitkan blognya. 

“Di Pakistan, grup-grup media sangat berpengaruh. Mereka sudah punya berbagai garis kebijakan yang harus diikuti. Jadi kalau Anda mau menulis bebas dari pengaruh siapapun, Anda harus imparsial. Blog adalah media yang terbaik, dimana Anda bisa menjangkau masyarakat. Anda tidak harus mengkomersilkan blog Anda. Anda bisa mengeluarkan pendapat yang jujur, tepat, tajam dan memberikan analisis.”

Kini Miraj bekerja untuk pemerintah federal. 

Ia yakin para blogger bisa berkembang menjadi para penulis dan jurnalis terkemuka. 

“Saya ingin mengungkapkan beberapa bagian sejarah yang selama ini tersembunyi dari dunia, dan saya ingin menyampaikan pesan kemana-mana kalau tempat ini bukan tempat lahirnya teroris. Saya ingin sampaikan versi sejarah yang benar. Ini bisa disebut sebagai pengarsipan sejarah manusia. Inilah yang saya lakukan. Inilah saatnya kami harus ceritakan yang sebenarnya.” 

Dunia blog Urdu mulai populer pada 2007, ketika Presiden Musharaf menyatakan Pakistan dalam keadaan darurat dan media arus utama sangat dibatasi. 

Dua tahun kemudian, pelajar perempuan Pakistan bernama Malala Yousafzai menarik perhatian masyarakat ketika ia menulis blog yang mengkampanyekan pendidikan untuk perempuan. 

Malala ditembak oleh Taliban tahun lalu, dan ia dicalonkan menjadi penerima hadiah perdamaian Nobel tahun ini. 

Kini ada sekitar 150 blogger Urdu – yang kerap disebut sebagai para ‘pemikir era baru’.

Namun mereka diancam karena tulisan mereka, kata salah satu bloger dari Lembah Swat yang ingin menyembunyikan identitasnya. 

“Saya menulis hal-hal yang tak bisa saya ungkapkan kepada orang lain di dalam blog saya. Bakal sulit bagi saya untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan saya dalam bahasa lain kecuali Urdu. Semua orang takut membicarakan para militan dan militer di Swat, dan menulis blog adalah cara terbaik untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Saya merasa santai waktu menulis di blog. Saya sudah mendapatkan email yang mengancam saya, dan ini membuat saya khawatir, tapi saya tidak terkenal seperti Malala, dan saya tidak ingin merahasiakan identitas saya seperti yang dia lakukan. Dia perempuan yang berani.”

Pada Konferensi Blog Urdu Internasional, para blogger dari Pakistan, Eropa, dan Kanada saling berbagi pengalaman. 

Mohsin Abbas adalah Presiden Asosiasi Jurnalis Asia Kanada dan penyelanggara konferensi.  

“Menurut saya konferensi ini akan menciptakan berbagai kesempatan baru untuk para blogger dan orang-orang yang ingin menulis blog dalam bahasa Urdu. Banyak orang yang perlu dibekali alat dan teknik-teknik tertentu. Banyak orang sudah terhubung dengan jejaring sosial, tapi aktivitas blogging belum sepopuler itu. Jadi saya ingin mengalihkan waktu yang biasanya dibuang-buang untuk mengomentari foto, atau menaruh foto-foto lucu di jejaring sosial, ke menulis blog. Saya ingin mereka melalukan sesuatu yang kreatif dan menurut saya ini adalah awal yang bagus.”

M. Bilal menulis sejumlah buku populer tentang cara menggunakan komputer dan bagaimana membuat blog pribadi dengan menggunakan bahasa Urdu. 

Ia ingin menarik minat lebih banyak orang untuk ngeblog. 

“Para blogger Urdu tidak mendapatkan apa-apa dari blog mereka, sementara berbagai perusahaan swasta mensponsori dan memberikan iklan untuk para blogger yang menggunakan bahasa Inggris di Eropa dan Kanada. Para blogger Urdu merasa rendah diri kalau dibandingkan dengan mereka. Sekarang ini menulis blog bisa menjadi pekerjaan bagi banyak blogger di Eropa dan Kanada, sementara para blogger Urdu menulis secara sukarela. Tapi berapa lama mereka bisa menulis sebagai seperti itu? Nanti akan ada blogger-bloger Urdu lainnya yang hebat, setelah internet menjangkau desa-desa kami. Dan kami bakal bisa bersaing dengan para blogger bahasa Inggris.”


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Bagirata, Solidaritas bagi Pekerja Terdampak Pandemi

Kabar Baru Jam 7

Giri Suprapdiono soal Tes Wawasan Kebangsaan pegawai KPK

Kabar Baru Jam 7

Menyoal Kebijakan Pemerintah Tangani Konflik Papua