Kamboja Luncurkan Bis Umum untuk Kurangi Kemacetan

Baru-baru ini pemerintah telah meluncurkan

INDONESIA

Sabtu, 15 Feb 2014 12:40 WIB

Author

Borin Noun

Kamboja Luncurkan Bis Umum untuk Kurangi Kemacetan

Kamboja, bus, moda transportasi, kemacetan, Borin Noun

Sekarang pukul 6 pagi… sepuluh unit bus umum bersiap mengangkut penumpang.

Seorang mahasiswa, Leng Lakana berjalan menuju bus. Dia senang karena sekarang bisa menggunakan bus ke sekolah.

“Mobil ini baru, menyenangkan bagi penumpang. Saya ingin mencoba dan menguji keamanan angkutan ini. Ini bisa mengurangi kemacetan di kota. Namun, saya ingin ongkosnya dikurangi.”

Tetapi teman sekelasnya, Nit Bun Tong Jy tidak terlalu senang.

Menurutnya, jarak terminal bus dari rumahnya terlalu jauh.

“Untuk tiba di sekolah lebih pagi, kami harus naik bis yang paling pagi. Itu terlalu pagi. Jadi kami harus tiba di stasiun lebih awal, kami akan mencapai kampus tepat waktu.”

Kamboja memulai uji coba sistem angkutan bus umum di Ibukota untuk kali pertama dalam satu dekade.

Mereka menyediakan 10 bus dengan jalur tunggal di seluruh kota selama sebulan.

Jika berhasil, jalur dan jumlah bus akan ditambah.

Dengan tarif sebesar 35 sen, angkutan ini lima kali lebih murah dibandingkan memakai ojek.

Ibu rumah tangga, Chan Muny menilai sistem transportasi ini sangat menguntungkan.

“Ini sangat murah. Jika kamu ingin tiba lebih cepat, kamu bisa menggunakan ojek. Tetapi itu tidak aman. Jadi saya tetap menggunakan bus.”

Kecelakaan lalu lintas adalah pembunuh utama di Kamboja.

Tahun lalu, kecelakaan lalu lintas merenggut setidaknya 1800 jiwa dan setengah dari jumlah itu disebabkan laju kendaraan yang melebihi batas. 

Kota ini mencoba mengenalkan bus umum 10 tahun lalu, tetapi pelayanan ini terhenti karena kurang diminati masyarakat.

Juru Bicara Pemerintah Kota, Lon Dy Mong meyakini, pengoperasian bus umum kali ini akan meraih sukses.

“Saat ini orang mulai mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, jadi mereka ingin menghindari kecelakaan lalu lintas. Mereka memanfaatkan layanan bus umum. Saya pikir pengujian selama satu bulan ini akan berhasil.”

Tetapi pengamat sosial, DR Kem Lay menilai, pelayanan bus umum ini bukan jawaban untuk mengatasi kemacetan lalu lintas Ibukota.

“Ruas jalan kota ini lebih kecil ketimbang Bangkok atau Ho Chi Mi Minh City. Kita harus memperbesar jalanan kota dan pedesaan. Warga juga harus mematuhi peraturan lalu lintas agar bisa mengurangi angka kecelakaan lalu lintas dan kemacetan.”

Meski gembira, seribuan supir angkutan tradisional tuk-tuk di Ibukota mengkhawatirkan nasib mereka.

Aun Vichear telah mengemudi tuk tuk selama tiga tahun belakangan.

Dalam satu hari dia dapat mengantar 10 penumpang dan mengantongi 70 ribu rupiah.

“Ketika angkutan publik menjadi populer nanti, kami akan kehilangan pekerjaan. Pendapatan kita menurun. Kami butuh pekerjaan lain untuk menghidupi keluarga di desa.”

Pemerintah mempekerjaan 20 supir untuk angkutan baru ini.

KhemThy adalah supir perusahaan transportasi kecil di Phnom Penh… tapi sekarang dia mengemudi bus dengan 36 kursi ini setiap hari.

“Saya sangat senang mendapatkan pekerjaan baru. Kami berharap warga menggunakan bus, karena kami menawarkan keamanan untuk penumpang. Bila tidak ada kemacetan dan kecelakaan, penumpang dapat sampai tujuan tepat waktu.”


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Saga Akhir Pekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18