Festival Salju Sapporo

Setiap tahun kota Sapporo mengadakan Sapporo Yuki Matsuri atau Festival Salju Sapporo.

INDONESIA

Jumat, 28 Feb 2014 16:00 WIB

Author

Aika Augustine

Festival Salju Sapporo

Festival, Salju, Sapporo, Jepang. Aika Augustine

Setiap tahun kota Sapporo mengadakan Sapporo Yuki Matsuri atau Festival Salju Sapporo. Festival yang berlangsung selama seminggu ini merupakan festival salju terbesar di Jepang. Pengunjungnya diperkirakan sekitar dua juta setiap tahunnya baik dari dalam dan luar negeri.

Festival Salju Sapporo dimulai pada 1950 saat sekelompok pelajar SMA membuat enam patung salju ditaman Odori. Kreasi itu menjadi buah bibir karena pada saat itu Jepang masih belum pulih dari dampak Perang Dunia Kedua. Karena estival itu memberikan harapan baru bagi warga Jepang, maka sejak saat itu dinas pariwisata dan pemerintah kota Sapporo sepakat untuk menjadikan festival tersebut sebagai acara tahunan.

Lokasi festival ini sempat berubah beberapa kali tapi sejak tahun 2009, pameran digelar di tiga tempat yaitu Taman Odori, Susukino dan Tsudome. Taman Odori merupakan tempat favorit para pengunjung karena disinilah panggung utama pameran salju Sapporo. Selain tempatnya yang luas, pada malam hari taman Odori terlihat sangat memukau dan romantic karena permainan cahaya warna-warni dari lampu yang menyorot patung-patung tersebut. Selain itu anda juga bisa menikmati pahatan es orang-orang tersohor atau karakter kartun. Bagi anda yang ingin melihat kreasi-kreasi pahatan es yang diikutsertakan dalam kontes atau menonton kontes kecantikan snow queen maka datanglah ke Susukino. Selain menonton perlombaan-perlombaan tadi, para pengunjung juga bisa menikmati lezatnya kuliner ada di sepanjang jalan. Sementara bagi anda yang sudah berkeluarga, Tsudome adalah tempat yang wajib anda kunjungi bersama keluarga karena ditempat ini tersedia wahana permainan seperti seluncuran salju, labirin salju dan wahana menarik lainya. (snowfes.com & japanguide.com)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Akibat Pandemi, Angka Kehamilan dan Pernikahan di Jepang Turun

Survive Corona ala Gue

Bias Kognitif Dalam Masyarakat Saat Pandemi

Eps4. Berhitung Plastik pada Kopi Senja

Seribu Jalan Penolak Undang-undang Cipta Kerja