Alasan Orang Cina Suka Operasi Plastik

Dan saat ini, klinik operasi plastik baru tumbuh subur di penjuru negeri itu.

INDONESIA

Sabtu, 01 Feb 2014 16:18 WIB

Author

Mark Godfrey

Alasan Orang Cina Suka Operasi Plastik

Cina, operasi plastik, klinik, kecantikan, Mark Godfrey

Don Xin Yi sedang berada di ruang tunggu Evercare, sebuah rumah sakit swasta, di pusat Kota Beijing.

Evercare menerima banyak permintaan dari orang-orang kaya dan profesional muda yang ingin tampil lebih keren.

Don Xin Yi melakukan operasi di sini untuk mendapatkan kelopak mata ganda, yang dianggap sebagai ciri khas kecantikan perempuan Cina modern.

“Saya datang kemari karena cerita teman saya. Sebelum operasi, mata saya tidak terlalu bagus, tapi sekarang berbeda. Saya harus datang kemari beberapa kali untuk operasi dan hari ini saya datang ke sini untuk pemeriksaan. Tapi saya sangat puas dengan hasilnya.”
 
Biaya untuk membuat kelompak mata ganda ini mencapai 18 juta rupiah, begitu juga untuk rekonstruksi hidung.

Dokter yang menangani Dong bernama Lin You Qun. Ia adalah salah seorang ahli bedah plastik terkemuka di Cina. Setiap minggu, dia bertemu puluhan pasien.
 
“Evercare mengalami perkembangan yang luar biasa. Kami memiliki 16 klinik di seluruh Cina dan bertemu 300 ribu wanita per tahun. Kami sekarang menjadi klinik bedah kosmetik terbesar di Cina dan bisnis kami tumbuh sebesar 130 persen per tahun.”

Pasien Evercare beragam, mulai dari pelajar, profesional muda seperti Dong, hingga eksekutif perempuan yang lebih tua. Meski masih sedikit, jumlah pasien pria juga makin meningkat.

“Sebagian besar perempuan yang datang untuk operasi kelopak mata dan hidung. Kategori klien yang lain adalah perempuan profesional yang berusia lebih dari 35 tahun. Mereka ingin terlihat lebih muda dengan menunda tanda-tanda ketuaan yang mulai muncul. Dalam kasus ini, kami akan menangani dahi, hidung dan mulut. Untuk itu, mereka harus datang kemari beberapa kali secara teratur.”

Menurut sebuah kelompok ahli bedah plastik internasional, Cina berada di bawah Amerika Serikat dan Brasil untuk jumlah operasi bedah plastik yang dilakukan setiap tahun.

Jumlah tersebut berkembang pesat seiring pertumbuhan ekonomi Cina, dimana makin banyak tenaga kerja berpendidikan bersaing untuk mendapatkan pekerjaan.

Antropolog Wen Hua baru-baru ini menerbitkan sebuah buku berjudul “Buying Beauty: Cosmetic Surgery in China”.

Dia mengatakan semakin banyak perempuan mempertimbangkan operasi plastik sebagai investasi untuk meningkatkan peluang keberhasilan di bidang sosial dan karir mereka.

“Beberapa tahun lalu, orang tidak akan mengakui kalau mereka melakukan operasi plastik. Tapi sekarang lebih banyak yang mau melakukannya dan tergantung pada jenis operasi yang dilakukan. Mereka mau mengakui kalau operasinya seputar wajah, memperbaiki hidung atau membuat kelopak mata ganda. Dan dalam wawancara, mereka mengatakan 'ya, saya operasi plastik, dan itu bukan masalah besar'.”
 
Tapi dia khawatir besarnya permintaan akan memunculkan ahli bedah-ahli bedah yang tidak memenuhi syarat, yang akan beresiko besar terhadap kesehatan pasien.

“Pemerintah punya peraturan yang menentukan jenis operasi dan rumah sakit mana yang bisa melakukannya. Tapi dalam prakteknya, banyak ahli bedah yang tidak memenuhi syarat menawarkan layanan ilegal ini dengan biaya murah dan ini menarik banyak perempuan.”

Di klinik Evercare, Dokter Lin menekankan pada layanan dan keamanan yang ditawarkan klinik ini.

Dan dia memperkirakan tahun ini juga akan sangat sibuk, termasuk meningkatnya jumlah klien laki-laki.

“Semakin banyak kaum pria yang menganggap bedah plastik sebagai cara hidup modern. Mereka biasanya datang untuk memperbaiki bentuk hidung dan kelopak mata. Mereka kebanyakan menghabiskan waktu di depan komputer dan ponsel pintar sehingga ingin memperbaiki penampilan di sekitar daerah mata.”

Untuk orang-orang seperti Dong Xin Yi, penampilan itu penting.

Dan dia sudah memamerkan kelopak mata barunya kepada teman-temannya.

“Saya memberitahu semua teman dan beberapa dari mereka juga datang ke mari untuk operasi.”

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Polisi Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Beraksi Sendiri