Di India, Satu Orang Tewas Tiap Empat Menit di Jalan Raya

INDONESIA

Jumat, 16 Jan 2015 18:11 WIB

Author

Bismillah Geelani

Di India, Satu Orang Tewas Tiap Empat Menit di Jalan Raya

India, kecelakaan, jalan, korban, Bismillah Gelani

Korban meninggal di jalanan India paling banyak dibanding negara lain. Menurut angka resmi, satu orang tewas setiap empat menit akibat kecelakaan lalu lintas.

Shailesh Satte, yang berusia 38 tahun, sangat antusias saat bercerita tentang istrinya Shama.

“Dia adalah orang yang paling bersemangat dan hidup. Siapa saja yang melihatnya akan bilang, beginilah seharusnya hidup dijalani. Kami benar-benar cocok satu sama lain, punya dunia yang indah dan kebersamaan kami sangat berarti,” tutur Shailesh.
 
Sahilesh dan Shama adalah teman sekelas saat kuliah. Mereka saling jatuh cinta dan memutuskan untuk menikah.

Mereka berencana untuk memulai sebuah keluarga, ketika tiba-tiba sebuah kecelakaan lalu lintas di pinggiran kota Delhi menjungkirbalikkan hidup mereka.

“Ayah mertua saya operasi bypass jantung hari itu, dan kami membawanya pulang dari rumah sakit. Kami pulang naik taksi. Dalam perjalanan, ada persimpangan yang tidak punya rambu lalu lintas. Jadi orang-orang berkendara dengan hati-hati termasuk sopir kami, yang tahu sedang membawa orang sakit. Ketika kami sampai persimpangan, tiba-tiba sebuah BMW melaju kencang dari sisi berlawanan dan menabrak kami. Bunyi tabrakan itu seperti ledakan bom. Taksi kami terlempar beberapa meter ke udara sebelum akhir jatuh. Beberapa detik sebelumnya saya sedang berbincang dengan istri saya. Tapi kemudian saya melihatnya meninggal. Dia sedang hamil dan itu adalah anak pertama kami,” tambahnya.

Dua tahun berlalu, Shailesh masih berjuang mengatasi rasa kehilangannya. Dia mengatakan itu adalah pembunuhan dan ketidakmampuannya membawa pembunuh itu ke pengadilan menambah traumanya.

“Penabrak itu tidak punya SIM. Orangtuanya harus ikut bertanggung jawab karena memberinya mobil dan dengan kecepatan itu  seseorang bisa meninggal. Dia sudah mengambil empat nyawa, istri saya, mertua saya, sopir taksi dan bayi saya yang belum lahir. Setelah kecelakaan, saat kami ada di rumah sakit, dia beralasan ada ujian selama 10 hari, jadi polisi tidak menangkapnya. Pelaku hanya datang ke persidangan selama setengah jam dan pergi setelah membayar uang jaminan. Dia adalah pelaku kejahatan tapi tampaknya saya yang menjalani hukuman,” aku Shailesh.
 
Hampir 400 orang tewas di jalanan India setiap hari. Piyush Tiwari dari Save Life Foundation, sebuah LSM yang membantu korban kecelakaan lalu lintas.

“Pada 2007, India menggeser posisi Tiongkok dalam jumlah kematian akibat kecelakaan lalu lintas. Sejak itu jumlah kematian di Tiongkok terus turun sementara kita terus meningkat. Lebih dari satu juta orang tewas dalam 10 terakhir dan lebih dari 5 juta orang menderita luka kritis atau cacat. Ini adalah masalah serius yang dihadapi negara saat ini,” kata Tiwari.

Hampir setengah dari korban adalah pejalan kaki, pengendara sepeda dan sepeda motor.

“Di semua kota kita, jalur yang tersedia tidak hanya untuk sepeda dan sepeda motor tapi juga untuk bus dan truk. Jadi kita menempatkan kendaraan berat dan ringan ke dalam situasi konflik. Dan rancangan jalan yang demikian, meningkatkan kemungkinan kematian akibat kecelakaan di jalan. Juga soal SIM. Anda bisa mendapat SIM semudah membeli pizza. Mengapa kita tidak bisa membuatnya bebas korupsi dan transparan melalui penggunaan teknologi. Ini untuk memastikan kalau orang yang mau mendapatkan SIM sudah menjalani tes wajib,” lanjutnya.

Menurut laporan yang dikeluarkan Komisi Hukum India, setengah dari kematian akibat kecelakaan bisa dihindari jika korban segera mendapat bantuan medis.

Tapi dalam banyak kasus, orang di jalan jarang mau membantu korban kecelakaan karena takut mereka akan terlibat kesulitan dengan lembaga penegak hukum. Rajive Chaudhary adalah aktivis keselamatan jalan.

”Banyak negara termasuk Amerika Serikat, Perancis dan Jerman, punya UU yang menyatakan kalau ada orang yang tidak membantu korban kecelakaan dianggap melakukan kejahatan. Tapi yang terjadi di India sebaliknya, yang membantu dipersulit. Jadi negeri ini butuh UU yang bisa mendorong warga untuk membantu korban kecelakaan lalu lintas,” kata Chaudhary.

Pemerintahan BJP baru yang kehilangan salah satu menterinya dalam kecelakaan lalu lintas tahun lalu, mengatakan mereka bermaksud melakukan perombakan total sistem transportasi jalan. Dan mereka pun hampir merampungkan UU baru untuk mewujudkannya.

Nitin Gadkari adalah Menteri Transportasi dan Jalan Raya.

“Kami sedang membuat UU sesuai standar internasional yang sebanding dengan UU di Inggris, Amerika Serikat, Singapura, Jepang dan Jerman. Kami juga punya tim dari Bank Dunia dan mereka berkontribusi besar dalam mempersiapkan UU itu. Karena itu, saya yakin kita pasti bisa membantu rakyat India. Kami akan melaksanakannya dengan ketat,” katanya.

UU itu mungkin akan diajukan ke Parlemen pada masa sidang berikutnya.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Tetap Aman dan Sehat Beraktivitas Saat Pandemi

Catatan Vaksin Mandiri

Wapres Bicara Vaksinasi untuk Lansia