covid-19

Pakistan Luncurkan Kampanye Baru untuk Lawan Polio

Pemerintah sudah berjanji akan menjadikan negara itu bebas polio tahun ini.

INDONESIA

Sabtu, 18 Jan 2014 19:38 WIB

Pakistan Luncurkan Kampanye Baru untuk Lawan Polio

Pakistan, polio, buku bersuara, kesehatan, Malik Ayub Sumbal

“Ini adalah kisah sebuah keluarga yang tinggal di satu desa. Rahim Ullah berusia 13 tahun, adik perempuanya Batool berusia 10 tahun dan adik lelakinya bernama Gullu baru berusia empat tahun. Orangtua mereka bekerja keras agar mereka tetap sehat. Tapi tetangga mereka yang bernama Amina meninggal karena polio.”

Sejak itu Rahim Ullah berjanji akan melindungi adik-adiknya dari polio.

“Polio adalah penyakit yang menyerang anak kecil. Virus polio akan menyebar dengan cepat dan melumpuhkan anak-anak sepanjang hidup mereka. Dan tak jarang merenggut nyawa mereka.”

Kisah itu adalah bagian dari buku bersuara berjudul “A Story of Health” atau Cerita tentang Kesehatan.

Buku ini tersedia dalam bahasa Urdu dan Pashto, diterbitkan oleh kelompok kemanusian, Rotary International Pakistan.

Ketua Rotary Pakistan Aziz Memon mengatakan buku ini cocok untuk negara dengan banyak penduduk yang masih buta huruf seperti Pakistan.
 
“Idenya berasal dari anggota Rotary di Carolina Selatan, Amerika Serikat. Lalu kami yang membuat rancangannya. Cerita tentang Kesehatan ini lebih fokus pada polio.”

Pakistan merupakan satu dari tiga negara di dunia yang masih mengalami endemi polio.

Tahun lalu dilaporkan ada lebih dari 80 kasus dan setengahnya berasal dari provinsi Khyber Pukthunkwa.

Partai yang berkuasa di Pakistan, Threek-e-Insaaf, saat ini sedang gencar mengkampanyekan penghapusan polio.

Gerakan ini dipimpin langsung oleh ketua partai Imran Khan. Kampanye ini bertujuan bisa memvaksin lebih dari 20 juta anak di provinsi itu dalam beberapa bulan mendatang.

Khan bekerja sama dengan ulama radikal Maulana Sami-ul-Haq, yang juga dikenal sebagai “Bapak Taliban”.

Dalam beberapa tahun terakhir, para pekerja kesehatan menjadi target, bahkan dibunuh Taliban, karena memberikan vaksinasi polio.

Tapi kini Khan meminta semua orangtua untuk mengimunisasi anak-anak mereka. Kata dia, vaksinasi tidak melanggar hukum Islam.

Ulama Moulvi Dost Muhammad mendukung langkah ini.

“Tidak ada yang salah dengan imunisasi polio. Ada propaganda luas yang dilakukan orang-orang di luar pemerintah yang membuat kampanye vaksinasi ini jadi kontroversial. Dunia telah memberantas polio, tapi kami yang paling akhir melakukannya.”

Sekitar 80 ribu anak di provinsi Khyber Pakthunkwa tidak menerima vaksin polio tahun lalu.

Ahmed Mustafa, seorang juru vaksin polio di Peshawar mendukung kampanye baru itu.

“Kami benar-benar akan memberantas polio dari Pakistan. Dan tahun 2014 akan menjadi tahun terakhir bagi polio karena pemerintah sudah memulai kampanye progresif dengan bantuan para ulama.”

Pendistribusian lima ribu buku yang dilengkapi audio bertema polio ini telah meningkatkan harapan kalau Pakistan segera akan bebas polio.

Mahira Khan, seorang ibu asal Islamabad, siap memperkenalkan buku itu pada anak-anaknya.

“Ide Rotary International ini sangat bagus. Ini akan memberi pesan yang kuat lewat musik dan buku cerita pada anak-anak. Buku ini dirancang  sesuai untuk anak-anak.”


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7