Bagikan:

Pakistan Menuju Pemerintahan Mobile

Pemerintah Punjab di Pakistan telah mengembangkan aplikasi ponsel pintar untuk memerangi kejahatan dan demam berdarah.

INDONESIA

Sabtu, 11 Jan 2014 15:05 WIB

Pakistan Menuju Pemerintahan Mobile

Pakistan, aplikasi, ponsel pintar, pemerintahan mobile, Naeem Sahoutara & Shadi Khan Saif

Personel polisi bernama Muhammad Imran sedang menuju tempat kejadian perkara kejahatan...di sana terjadi aksi pencurian sebuah mobil.

Dia memotret tempat itu dan mengunggah berbagai informasi pelengkap ke ponsel pintarnya.

Lalu aplikasi itu akan membuat sebuah label pada peta GPS kota itu.

Inspektur Mustafa Hammed Malik adalah ketua proyek percobaan ini.

Kata dia, dengan bantuan peta itu, polisi bisa membuat strategi yang lebih baik untuk memerangi kejahatan.

“GPS menunjukkan klaster-klaster yang sangat menarik di Google map soal lokasi dan waktu kejahatan dengan tepat. Jadi dengan bantuan pemetaan ini, sumber daya yang terbatas bisa dimanfaatkan dengan cara yang lebih baik untuk membantu mengontrol kejahatan.”

Di Pakistan ada sekitar 30 juta pengguna internet --- setengahnya mengaksesnya lewat ponsel.

Dewan Teknologi Informasi milik pemerintah yakin ponsel pintar bisa mengubah cara pemberian layanan.

Ketua Dewan Umer Saif mengatakan ini masanya “mobile government” atau layanan pemerintah menggunakan ponsel.

“Jadi kami mulai menggunakan ponsel pintar untuk mengakses layanan pemerintah secara otomatis. Kami akan membagikan ponsel pintar meski saat ini sudah banyak pegawai negeri yang punya. Tapi, kami senang bisa mendapatkan ponsel yang lebih cerdas dan membuat aplikasi untuk mereka.”

Aplikasi sukses lainnya adalah “Clean Lahore” atau Lahore Bersih. Aplikasi ini berhasil menghentikan penyebaran virus demam berdarah.

Petugas kesehatan masyarakat akan memotret setelah membersihkan tempat-tempat air tergenang, tempat nyamuk berkembang biak.

Abid Raza Syed adalah pejabat kantor urusan Air dan Sanitasi.

“Gambar-gambar yang diunggah itu untuk menginformasikan kepada otoritas yang lebih tinggi, kalau tugas telah dilaksanakan. Laporan ini didukung bukti gambar, waktu, tanggal dan lokasi. Bahkan, Gubernur bisa memantau aksi bersih-bersih ini lewat Google map.”

Selain itu, aplikasi ini juga menampilkan informasi tentang daerah tempat jentik nyamuk berkembang biak dan laporan rumah sakit soal wabah demam berdarah.

Ini membantu pemerintah untuk memprediksi dimana wabah demam berdarah mungkin akan terjadi.

Umer Saif mengatakan mereka akan memperluas proyek yang menggunakan ponsel ini.

“Dalam bidang pendidikan, kami akan membuat aplikasi untuk petugas pengawas. Saat mengunjungi fasilitas sekolah, mereka akan membawa ponsel pintar itu. Kami akan menggunakannya untuk memantau tingkat kehadiran para guru.”

Menurut dia, Bank Dunia sangat terkesan dengan pencapaian yang terjadi di Punjab.

Umer Saif berharap Pakistan akan menjadi contoh dalam pelaksanaan layanan pemerintah menggunakan ponsel.


Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

100 Hari Kerja Menteri ATR/BPN, Reforma Agraria Belum Memihak Petani

Most Popular / Trending