Ketika Monyet Berpesta di Thailand

Saat festival berlangsung, monyet-monyet berkelakuan sangat baik dan manis tapi tetap harus waspada.

INDONESIA

Jumat, 03 Jan 2014 17:11 WIB

Author

Aika Augustine

Ketika Monyet Berpesta di Thailand

Thailand, monyet, festival, Lopburi, Aika Augustine

Tak hanya manusia yang butuh pesta, monyet pun butuh. Terlebih di Kota Lopburi, Thailand, di mana monyet sangat dihormati oleh warga. Ini karena binatang berbulu ini dianggap sebagai keturunan dari seorang prajurit monyet dan penduduk serikat.

Monyet pun diyakini membawa keberuntungan. Ini terlihat dari gelaran Festival Lopburi yang dikhususkan bagi para monyet. Di sini, ribuan kilogram makanan monyet khusus disediakan – mulai dari buah-buahan, roti, biskuit, kacang, susu sampai minuman soda.

Festival ini bermula pada tahun 1989, ketika seorang pengusaha lokal di kota ini memutar otak cara mendatangkan lebih banyak turis asing ke kota mereka. Inspirasi ini datang ketika ia tengah melihat aksi lucu sang monyet yang sedang bercanda dengan teman-temannya.

Demi mengundang monyet, setumpuk makanan pun disediakan. Setelah monyet-monyet berkumpul, turis-turis pun mulai berdatangan. Kisah ini sontak menjadi buah bibir yang mengundang banyak turis asing datang berkunjung ke Kota Lopburi.

Ada sekitar tiga sampai empat ribu ekor monyet di Lopburi dan mereka berkeliaran bebas di tengah-tengah masyarakat. Namun ada dua tempat yang paling sering disambangi monyet yaitu kuil San Phra Kan dan Prang Sam Yot. Yang unik dari perayaan ini adalah saat festival berlangsung, monyet-monyet berkelakuan sangat baik dan manis tapi tetap harus waspada yah… (lonelyplanet.com & fest300.com)







Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Akibat Pandemi, Angka Kehamilan dan Pernikahan di Jepang Turun

Survive Corona ala Gue

Bias Kognitif Dalam Masyarakat Saat Pandemi

Eps4. Berhitung Plastik pada Kopi Senja

Seribu Jalan Penolak Undang-undang Cipta Kerja