Gadis Afghanistan Ini Dikirim untuk Misi Bom Bunuh Diri

Ini kali pertama seorang gadis kecil disuruh untuk meledakkan diri.

INDONESIA

Sabtu, 25 Jan 2014 15:04 WIB

Author

Ghayor Waziri

Gadis Afghanistan Ini Dikirim untuk Misi Bom Bunuh Diri

Afghan, anak perempuan, Spozhmai, bom bunuh diri, Ghayor Waziri

Spozhmai yang barus berusia 10 tahun sudah berada di rumah aman ini sejak 6 Januari lalu... saat ia ditemukan membawa bom.

“Kakak lelaki saya Zahir dan pria lain bernama Jabar memakaikan rompi berisi bom ini. Lalu mereka memberi saya pakaian lain dan menyuruh saya memakainya. Lalu mereka menyuruh saya meledakkan bom itu di pos pasukan keamanan.”

Spozhmai mengatakan ia disuruh kakaknya yang adalah seorang komandan Taliban.

“Ketika saya mengenakan rompi berisi bom itu, saya bilang ke kakak kalau saya ketakutan dan tidak mau melakukannya. Tapi dia mendorong saya untuk pergi dan melakukan serangan. Ketika saya sudah dekat dengan target, saya tidak tahu apa yang terjadi ... tapi tiba-tiba saya menjauhi pos itu dan berteriak memanggil polisi.”

Kepala polisi Helmand, Hameed Allah Sidiqi, mengatakan mereka menemukan gadis kecil itu sedang menangis.

“Dia berteriak minta tolong. Lalu polisi mengepung tempat itu. Tapi kakak Spozhmai sudah melarikan diri dan kami menyelamatkan dia.”

Taliban menyangkal keterlibatannya dalam aksi ini.

Tapi menurut sebuah laporan PBB pada 2012, lebih dari 60 anak direkrut oleh kelompok pemberontak di Afghanistan.

Taliban merekrut mereka untuk membuat dan menaruh bom.

Tapi banyak pengamat yang mengatakan ini kali pertama seorang gadis kecil disuruh untuk meledakkan diri.

Abdullah Abid dari Komisi Hak Asasi Manusia Independen Afghanistan.

“Kami sudah mendengar kalau Taliban menggunakan anak-anak untuk melakukan serangan bunuh diri dan menanam ranjau. Tapi ini kali pertama gadis kecil dikirim untuk melakukan serangan bunuh diri.”

Kepolisian Afghanistan kini sedang mencari kakak sang gadis, yang diperkirakan sudah melarikan diri.

Ayah Spozhmai, Abdul Ghafoor, pindah ke Provinsi Helmand delapan tahun lalu untuk mencari penghidupan yang lebih baik.

Ia mengaku tidak bisa melindungi anak gadisnya dari Taliban.

“Hidup kami dalam bahaya. Saya bisa menyelamatkan diri tapi saya tidak bisa melindungi anak gadis saya.”

Spozhmai sekarang berada dalam perlindungan polisi di ibukota Helmand.

Presiden Hamid Karzay sudah memerintahkan polisi untuk mengantarkan Spozhmai pulang.

Tapi Komisi HAM menganggap itu bukan ide yang bagus.

“Seperti yang dia bilang, dia tidak aman. Ia akan kembali menjadi korban.”

Ayah Spozhmai meminta Presiden Hamid Karzay memberinya tanah di provinsi lain.

Tapi sang gadis ingin tinggal di sini.

“Saya ingin tinggal di sini dan tidak mau pulang. Jika saya pulang, mereka akan melakukan hal yang sama. Mereka akan memaksa saya melakukan serangan bunuh diri lagi.”


 




Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17