Festival Ati-Atihan, Mardi Gras ala Filipina

INDONESIA

Kamis, 02 Jan 2014 14:50 WIB

Author

Aika Augustine

Festival Ati-Atihan, Mardi Gras ala Filipina

Filipina, Ati-atihan, mardi gras, festival, Aika Augustine

Bagi masyarakat Filipina, Atih-atihan dianggap sebagai puncak segala festival yang berlangsung di negeri ini. Festival ini sudah berlangsung selama lebih 700 tahun dan selalu digelar pada pekan ketiga setiap Januari.

Festival ini bermulai dari kisah pelarian sekelompok orang Melayu dari Pulau Kalimantan yang mencari perlindungan dari raja tirani yang berkuasa. Pelarian mereka berakhir di Pulau Panay, Filipina. Dulu pulau tersebut hanya dihuni oleh Atis – penduduk asli Filipina yang berkulit gelap, pendek dan berambut keriting. Demi bisa diterima di sana, orang-orang Melayu itu membuat kesepakatan pembagian wilayah. Orang Melayu tinggal di dataran rendah, sementara orang Atis di dataran tinggi.

Untuk menandai hubungan baru itulah, kedua suku merayakannya dengan minum dan menari  bersama. Di pesta itu, orang Melayu mewarnai tubuh mereka dengan cat hitam supaya tampak berkulit gelap seperti Suku Atis. Kata Atih-atihan sendiri bermakna “membuat diri seperti Atis”.

Selama festival berlangsung, semua orang tua dan muda dari segala suku turun ke jalanan. Mereka semua mengecat wajah dan tubuh dengan warna hitam, sementara kostum yang dipakai berwarna-warni. Mereka menabuh drum dan menari-nari. Karena itulah festival ini juga disebut sebagai “Mardi Gras”-nya Filipina.

Puncak acara festival ini adalah kompetisi tari dan tabuh drum tanpa henti selama beberapa hari. Selagi menikmati festival, Anda juga bisa menikmati indahnya Pantai Boracay yang tak jauh dari tempat acara ini. (discoverphils.com, kaliboatiatihan.ph)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Akibat Pandemi, Angka Kehamilan dan Pernikahan di Jepang Turun

Survive Corona ala Gue

Bias Kognitif Dalam Masyarakat Saat Pandemi

Eps4. Berhitung Plastik pada Kopi Senja

Seribu Jalan Penolak Undang-undang Cipta Kerja