Kerjasama KBR dengan SATGAS COVID-19

Kuker ke Jawa Tengah, Mensos Salurkan Bantuan untuk 15 Ponpes dan LKS Terdampak Pandemi

Bantuan tunai yang diserahkan sebesar Rp15 Juta untuk 30 anak di Lembaga Kesejahteraan Anak (LKSA) di Pemalang. Total nilai bantuan mencapai lebih dari Rp3,8 miliar.

RAGAM

Minggu, 22 Nov 2020 19:18 WIB

Author

Paul M Nuh

Kuker ke Jawa Tengah, Mensos Salurkan Bantuan untuk 15 Ponpes dan LKS Terdampak Pandemi

Menteri Sosial Juliari P Batubara saat memberikan pengarahan kepada kalangan masyarakat di Purbalingga

PEMALANG - Jumat, 20 November 2020 Menteri Sosial Juliari P Batubara hadir di Pemalang untuk menyalurkan bantuan sosial sembako untuk 15 lembaga Islam dan pondok pesantren. Mensos Juliari juga memberikan masker sebanyak 10.000 lembar serta 600 botol hand sanitizer.

Bantuan tunai yang diserahkan sebesar Rp15 Juta untuk 30 anak di Lembaga Kesejahteraan Anak (LKSA) di Pemalang. Total nilai bantuan mencapai lebih dari Rp3,8 miliar.

Menteri Sosial Juliari P. Batubara ingin memastikan berbagai kelompok masyarakat terdampak pandemi yang belum tersentuh bantuan, segera mendapatkan bantuan. Bantuan, kata Mensos Juliari merupakan bentuk langkah nyata pemerintah melalui Kementerian Sosial untuk memastikan rakyat terdampak pandemi mendapatkan bantuan. Juliari berharap bantuan ini dapat meringankan beban dan bisa membantu mengurangi pengeluaran selama pandemi.

Dalam rangkaian kunjungan kerjanya Mensos dan rombongan mengunjungi kalangan masyarakat di Pemalang, Purbalingga dan Purwokerto. Salah satu agenda Mensos adalah menyaksikan pencairan Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Program Sembako/Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Mensos juga bertemu dan memberikan arahan kepada para pendamping PKH.

Mensos Juliari menambahkan, pada prinsipnya langkah pemerintah sejalan dengan konstitusi yakni untuk melindungi masyarakat. "Tugas kita ini apakah eksekutif, legislatif, di pusat atau di daerah adalah untuk memastikan memenuhi kepentingan masyarakat," katanya.

Jangankan di saat normal, apalagi pada saat pandemi seperti sekarang. "Karena kita menganut ajaran negara kesejahteraan, bukan negara kapitalis," katanya.

Ia meminta masyarakat tidak ragu. Sebab pada dasarnya aparat pemerintah, anggota DPR dan juga pendamping, merupakan pelayan masyarakat. "Pejabat publik apakah menteri, gubernur, bupati Walikota, anggota DPR dan juga pendamping, merupakan pelayan masyarakat. Bukan masyarakat yang melayani kita. Jadi kita berjuang untuk masyarakat," katanya.

Mensos mengingatkan, menyalurkan bansos juga bukan pekerjaan mudah. Sebab, setelah Kemensos mengalokasikan kuota bantuan, ternyata daerah tidak bisa menyerap. Bantuan akan terserap dan tersalurkan jika tepat kepala daerah proaktif berkomunikasi dengan Kemensos.

(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus Covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun).

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INDEX

Most Popular / Trending

Inggris Perpendek Masa Karantina Turis Asing

Menggunakan Sains Data untuk Atasi Kemacetan di Jakarta

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Beda Nasib Serapan Insentif Usaha di Progam Pemulihan Ekonomi Nasional