Setahun Jokowi Maruf, Indef: Target tak Tercapai

"Dari segi ekonomi kita mestinya bisa positif nih tapi karena pandemi tidak tertangani, bantuan yang diberikan tidak mendukung daya beli"

NASIONAL

Selasa, 20 Okt 2020 07:08 WIB

Author

Astri Septiani

Setahun Jokowi Maruf, Indef: Target tak Tercapai

Presiden Joko Widodo mengucapkan sumpah saat dilantik menjadi presiden di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019). (Antara/Akbar Gumay)

KBR, Jakarta-  Institute for Development of Economic and Finance (Indef) menilai, pada satu tahun pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin banyak indikator target di sektor ekonomi yang tidak tercapai karena dampak pandemi Covid-19. Direktur Eksekutif Indef, Tauhid Ahmad menyebut indikator yang tak tercapai antara lain pertumbuhan ekonomi, serta penurunan angka kemiskinan dan ketimpangan.

Ia mengkritik realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional untuk mengatasi dampak pandemi terhadap ekonomi Indonesia masih belum efektif dan serapannya juga masih rendah.

"Harusnya kalau PEN berjalan optimal, kasusnya seharusnya turun. Kita sudah jalan kan dari Maret April ya. Tapi kasusnya masih tidak (menurun), hanya di bulan kemaren aja ketika karena ada pengetatan PSBB. Ini kan tidak terlalu efektif dengan ada dana kesehatan yang rendah kasusnya masih (tinggi). Kedua dari segi ekonomi kita mestinya bisa positif nih tapi karena pandemi tidak tertangani, bantuan yang diberikan tidak mendukung daya beli masyarakat termasuk menambah konsumsi, ternyata tidak terlalu efektif," kata Direktur Eksekutif Indef, Tauhid Ahmad kepada KBR, Senin (19/10/20).

Kata dia, pemerintah mesti fokus menambah daya konsumsi masyarakat salah satunya dengan menambah bantuan sosial. Ia meminta agar besaran bantuan sosial ditambah dan diperluas agar semakin banyak yang mendapat bantuan. Namun ia juga minta pemerintah mendata bantuan sosial dan program PEN secara keseluruhan agar tepat sasaran.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INDEX

Most Popular / Trending

RS di Jalur Gaza Kewalahan Tampung Pasien Covid-19

Kabar Baru Jam 7

Kisah Pendamping Program Keluarga Harapan Edukasi Warga Cegah Stunting

Siapkah Sekolah Kembali Tatap Muka?

Eps8. Food Waste