Pandemi, Realisasi Program Pemulihan Ekonomi Bertambah Lebih 13 T

"Program untuk sektor UMKM terus dipercepat dan diperluas agar dapat meringankan kondisi ekonomi masyarakat "

NASIONAL

Sabtu, 17 Okt 2020 11:20 WIB

Author

Resky Novianto

Pandemi,  Realisasi Program Pemulihan Ekonomi Bertambah Lebih 13  T

Pelaku UMKM perlihatkan KTP syarat ambil bantuan modal tunai dari pemerintah pusat di BRI Dumai, Selasa (13/10).(Antara/Aswaddy)

KBR, Jakarta- Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional mencatat realisasi program bertambah Rp13,5 triliun pada pekan pertama kuartal IV tahun ini. Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin mengatakan terus melakukan langkah-langkah percepatan realisasi.

Kata dia langkahnya dengan mempercepat proses usulan baru berbagai klaster serta realisasinya. Selain itu redesign program agar lebih efektif, dan mempercepat proses birokrasi program.

"Pemerintah melalui Satgas PEN terus melakukan langkah-langkah percepatan realisasi program pemulihan ekonomi nasional. Antara lain dengan mempercepat proses usulan baru berbagai klaster serta realisasinya, redesign program agar lebih efektif, dan mempercepat proses birokrasi program. Program untuk sektor UMKM terus dipercepat dan diperluas agar dapat meringankan kondisi ekonomi masyarakat dan sekaligus menjadi stimulus percepatan pergerakan ekonomi nasional," papar Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/10).

Menurut Wamen BUMN itu, program untuk sektor UMKM terus dipercepat dan diperluas agar dapat meringankan kondisi ekonomi masyarakat. Langkah itu sekaligus menjadi stimulus percepatan pergerakan ekonomi nasional. Hingga 7 Oktober dari total anggaran sebesar lebih Rp695 Triliun, realisasi penyerapan anggaran hampir setengahnya atau lebih Rp 330 triliun.


Sebelumnya Presiden Joko Widodo mengungkapkan realisasi   penyerapan anggaran untuk bantuan sosial (bansos) telah mencapai 66 persen. Kata dia, bansos tertinggi terserap untuk subsidi energi 94 persen. Hal tersebut disampaikan Jokowi saat membuka Ratas Penanganan Covid-19 dan Komite PEN secara virtual, Senin (12/10).

"Untuk proses pemulihan ekonomi sampai dengan 7 Oktober saya mencatat realisasi anggaran ini khusus realisasi anggaran untuk klaster bansos ini sudah mencapai 66 persen, klaster UMKM mencapai 76 persen, dan untuk klaster tambahan subsidi energi sudah sampai pada angka 94 persen," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas secara virtual, Senin (12/10/2020).

Jokowi mengatakan, pemerintah telah menyediakan anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp 695,2 triliun. Anggaran itu terbagi dalam beberapa klaster seperti kesehatan dan PEN. Khusus untuk PEN, menurutnya, realisasi anggaran paling tinggi terjadi dalam klaster subsidi energi, diikuti klaster UMKM dan klaster bantuan sosial.

Editor: Rony Sitanggang


(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INDEX

Most Popular / Trending

Slovakia Akan Gelar Tes Covid-19 Gratis

Eps6. Masyarakat Peduli Api

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Hoaks Covid Terus Berjangkit