Sendok Kreatif, Berdayakan Kuliner Lokal di Tengah Pandemi

Eks pekerja hotel dan restoran di Bali dilatih berbisnis kuliner secara kreatif

Nasi bakar Kini Bali, usaha milik Niluh Ariani, jebolan Sendok Kreatif. (Foto: dok pribadi)

Selasa, 14 September 2021

Pengantar

Sektor hotel dan restoran di Bali tumbang terdampak pandemi. Ribuan orang mendadak menganggur karena usaha tutup. Di tengah keterpurukan ini, muncul komunitas Sendok Kreatif yang digawangi sejumlah pakar bisnis makanan dan minuman. Mereka membagikan ilmu wirausaha kuliner secara cuma-cuma kepada karyawan yang dirumahkan. Simak laporan khas KBR yang disusun Valda Kustarini.

- Sendok Kreatif, Berdayakan Kuliner Lokal di Tengah Pandemi
Klik di sini untuk kisah-kisah menarik lainnya

KBR, Jakarta - Heru Dwi Susilo bercerita awal mula komunitas Sendok Kreatif terbentuk. Komunitas ini didirikan bersama tiga rekannya yang berkecimpung di bisnis kuliner pada April 2020 lalu. Mereka prihatin dengan wisata Bali yang nyaris mati suri karena pandemi.

"Dari Maret pertengahan itu Bu Landriati udah mulai kontak saya. Pas saya pulang ke Bali kita ketemuan di salah satu cafe di Canggu. Waktu itu udah mulai berasa karena pegawainya udah pada mulai pakai masker, terus wifi itu ga ada, ga boleh, supaya orang ga duduk lama," kata Heru.

Lewat Sendok Kreatif, mereka fokus membantu staf atau kru dapur dengan memberikan pelatihan wirausaha di bidang kuliner.

"Anak-anak kitchen karena yang terdampak kan pas pandemi terutama yang di hotel atau restoran dulu. Karena mereka sudah pasti bisa masak. Kalau misalnya kita ambil waiter atau waitress atau anak accounting belum tentu bisa masak. Jadi syaratnya ada produk dulu dan dia anak kitchen," tutur Heru.

Inisiator Sendok Kreatif, (dari kiri ke kanan) Heru Dwi Soesilo, Landriati Pramoedji, Wayan Yasa Kresna dan Nadya Puspa. (Foto: dok pribadi)

Inisiatif Berbagi Konten Pembelajaran GratisMateri utama yang dibagikan mencakup cara memilih dan mengemas produk kuliner semenarik mungkin. Tujuan ini tercermin dari pemilihan nama Sendok Kreatif.

"Karena kita yang ngumpul ini orang-orang kreatif semua. Kenapa sendok? biasanya kalau mau masak kan ukurannya sendok, sendok teh, kita bisa ngasih makan untuk orang lain, kan nyuapinnya nyuapin ilmu dan banyak fungsi lainnya untuk sendok ini," terang dia.

Pelatihan perdana Sendok Kreatif diluncurkan pada Mei 2020, yang diikuti puluhan peserta. Mereka disebut heroes karena diharapkan bakal menjadi pahlawan bagi keluarga dan perekonomian Bali.

Saban Rabu, heroes mendapat pelatihan, mulai dari cara merumuskan harga jual hingga memilih kemasan ramah lingkungan. Di kelas memasak, ada chef berpengalaman yang memantau langsung kualitas produk peserta.

"Chef Wayan (Yasa Kresna), karena dia chef secara teknis lebih akurat jadinya. Tekniknya ada yang kurang dikasih tahu. Bahan misalnya supplier di mana kalau dia kesulitan dikasih tahu. Misalnya, packaging dia pakai plastik. Sebisa mungkin kita ga pakai plastik, cari yang eco-friendly," imbuh Heru.

Heru juga turut andil dalam pelatihan. Ia mengajarkan keahlian fotografi untuk memasarkan produk heroes di media sosial.

"Saya ajarin cara moto, cara bikin video pakai handphone aja. Ga usah pakai kamera bagus-bagus, supaya mereka bisa mandiri," jelas Heru.

Baca juga: Inisiatif Berbagi Konten Pembelajaran Gratis

Inisiator Sendok Kreatif Heru Dwi Soesilo saat sesi kelas memasak. (Foto: dok pribadi)

Tak hanya bantuan dalam bentuk soft skill, peserta juga dibuatkan logo dan stiker untuk brand produk. Mereka mendapatkan seluruh pelatihan dan fasilitas ini tanpa dipungut biaya sepeser pun.

"Logo sudah dibikinin, packaging-nya sudah dibenerin, setelah dibenerin semua di-print, sampai stikernya pun kita bayarin. Semua heroes-nya kita beliin alat masak juga," kata dia.

Tak kurang dari 10 peserta sudah mulai merintis usaha dan memasarkan produknya. Perkembangan mereka tetap dipantau tim Sendok Kreatif secara berkala.

“Kita ada Whatsapp Group-nya. Jadi misalnya saya bikin produk baru, cobain dulu kira-kira bisa ga dijual. Nah itu langsung kita bantu," tutur Heru.

Kisah sukses alumni

Usaha nasi bakar Kini Bali milik Niluh Ariani merupakan salah satu jebolan Sendok Kreatif. Ari mengetahui Sendok Kreatif saat mengikuti bazar di Canggu, Kuta Utara, kemudian bergabung pada April 2021.

"Karena saya pikir kan dari segi pemasaran (bakal) lebih luas, jadi saya bisa cari pelanggannya lebih luas lagi," ucap Ari.

Nasi bakar dipilih Ari sebagai menu andalan karena pasar masih luas. Ia dapat meraup keuntungan lebih dari 50% dari harga jual.

"Bule-bule pada suka karena dia di-wrap pakai banana leaf. Cara presentasinya juga oke kan, dibakar di depan tamu terus dihidangkan sama daunnya. Ada ciri khas tersendiri, bau gosong dibakar. Nasi bakar cost-nya kecil, ga sampai 30 persen (dari harga jual). Cuma yang riweuh prepare-nya, tenaganya," tutur Ari.

Baca juga: Berbagi Tanpa Sekat di Tengah Pandemi

Niluh Ariani, jebolan Sendok Kreatif sudah memiliki usaha nasi bakar Kini Bali. (Foto: dok pribadi).

Untuk menarik pelanggan, Ari memanfaatkan platform pesan antar makanan secara daring sesuai yang diajarkan di Sendok Kreatif. Promosi via grup Whatsapp dan Instagram pun gencar ia lakukan.

"Kemarin saya lebih di Instagram, terus Whatsapp yang awalnya pribadi sekarang sudah Whatsapp bisnis, lebih dilihatnya ter-organize ya. Sekarang mau buka di Tokopedia, Shopee Food, kita sharing di sana. Jadi sama-sama belajar," kata dia.

Berkaca dari kisah sukses seperti Ari, Heru berharap Sendok Kreatif dapat membantu sebanyak mungkin pekerja terdampak pandemi hingga mampu mandiri dalam berbisnis.

"Karena dari situ mereka sadar kalau misalnya diseriusin, mau ada pandemi seberapa panjang pun mereka akan survive," pungkas Heru.

Baca juga: Bagirata, Solidaritas bagi Pekerja Terdampak Pandemi