covid-19

Kerjasama KBR dengan NLR INDONESIA

Pandemi Covid-19 Tak Surutkan Asriani Berjuang Tanggulangi Kusta

Tak sedikit memang para petugas disangka akan merekayasa PCR agar dapat insentif dari pemerintah karena banyak merawat pasien Covid-19.

RAGAM

Rabu, 15 Sep 2021 14:25 WIB

Author

Paul M Nuh

Pandemi Covid-19 Tak Surutkan Asriani Berjuang Tanggulangi Kusta

Ilustrasi. Petugas melakukan pemeriksaan terhadap orang terkena kusta.

Pemerintah Indonesia pertama kali mengumumkan kasus pertama Pandemi Covid-19 yang disebabkan virus Sars-Cov-2 pada bulan Maret 2020. Sejak itu, kasusnya tidak pernah turun secara signifikan, dan mengganggu sendi kehidupan di Indonesia. Program pengendalian kusta pun kena dampaknya.

Di Kabupaten Bone, hampir semua program kusta, termasuk yang dilakukan NLR Indonesia sempat mengalami gangguan karena belum ada panduan keamanan di mana pandemi.

Cerita menarik datang dari petugas penanggulangan kusta di Puskesmas Ulaweng, Asriani. Asriani merupakan petugas yang memberikan obat pencegahan terhadap kontak erat seorang terkena kusta yang meninggal di Manurungge.

Asriani yang didampingi kader kesehatan dan bidan desa sempat diusir keluarga yang menolak minum obat pencegahan. Mereka mengira Asriani datang untuk menipu demi mendapatkan insentif Covid-19 dari pemerintah, dan mereka takut dinyatakan Covid-19 karena tim Asriani datang dengan memakai hazmat.

Tak sedikit memang para petugas disangka akan merekayasa PCR agar dapat insentif dari pemerintah karena banyak merawat pasien Covid-19. Berita bohong seperti ini banyak tersebat di aplikasi chating seperti WhatsApp dan artikel online.

Setelah berkonsultasi dengan senior technical advisor dari NLR Indonesia, Asriani memutuskan untuk melakukan pendekatan lagi dengan keluarga tersebut, tanpa mengenakan perlengkapan hazmat namun tetap dengan prokes ketat. Asriani diterima dan menghibur keluarga yang baru saja ditinggalkan salah satu anggotanya.

Berita terkait: Pertama di Jawa Tengah, Pencegahan Kusta dengan Obat

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INDEX

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Niatan Berantas Intoleransi di Lingkungan Pendidikan

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11