Bagikan:

Kemendag Akan Jual Migor Curah dalam Kemasan di Retail Modern

Jadi satu minggu lah kita kasih waktu maka akan ada minyak curah kemasan sederhana, minyak kita namanya. Kalau itu sudah dikemas, tentunya harga akan ditulis Rp 14.000

NASIONAL

Rabu, 22 Jun 2022 13:28 WIB

Kemendag Akan Jual Migor Curah dalam Kemasan di Retail Modern

ilustrasi minyak goreng dalam kemasan. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan akan memulai program minyak goreng curah menjadi kemasan sederhana dengan merek dagang 'Minyak Kita' di minimarket supermarket.

Rencananya minyak kemasan ini akan diluncurkan pada pekan depan.

"Kalau kamis jadi, mungkin senin (27/6) nanti sudah diproduksi pabrik-pabrik. Jadi satu minggu lah kita kasih waktu maka akan ada minyak curah kemasan sederhana, minyak kita namanya. Kalau itu sudah dikemas, tentunya harga akan ditulis Rp 14.000 kalau sudah kemasan, pasarnya akan lebih luas bisa masuk di supermarket," ujar Zulkifli saat sidak memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Klender, Jakarta Timur, Rabu (22/6/2022).

Ketua Umum Partai Amanat Nasional ini menambahkan, Kemendag tengah mengurus izin edar merek ini di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Hal itu akan dilakukan untuk mempercepat peredaran migor curah kemasan di lapangan agar masyarakat mudah mendapatkannya," kata Zulhas, begitu ia akrab disapa.

Baca: Realisasikan Harga Migor Rp14 Ribu per Liter, Ini Saran Ekonom

Ia melanjutkan, produsen minyak goreng yang nantinya akan menanggung biaya pengemasan Minyak Kita ini.

"Targetnya, akan ada 300 ribu ton per bulan minyak goreng curah yang akan disiapkan untuk dikemas," ungkap Zulhas.

Sebelumnya, Pengamat ekonomi dari Center of Reform on Economics (CORE) menyarankan Menteri Perdagangan yang baru, Zulkifli Hasan mengawasi dan berkoordinasi lintas kementerian dan lembaga, guna merealisasikan harga RP14 ribu per liter untuk minyak goreng curah.

Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal mencontohkan, Kementerian Perdagangan menggandeng PT Badan Urusan Logistik (Bulog), untuk membantu alur distribusi migor curah hingga ke 10 ribu titik yang ditentukan pemerintah.

"Kemarin itu juga kan salah satu kelemahannya juga bagaimana cara mantaunya? Bagaimana hubungannya dengan Bulog? Walau pakai Bulog kan harus dilihat, bagaimana teknisnya Bulog membagikan? Harus dilihat juga Bulog dapatnya (minyak goreng) dari mana? Karena yang bisa dikontrol mungkin dari pemerintah kan adalah BUMN-nya Bulog. Tapi di hulunya sebelum disalurkan ke Bulog dan dari Bulog disampaikan masyarakat seperti apa? Itu kan bisa diperhatikan," katanya saat dihubungi KBR dari Jakarta, Selasa, (21/6/2022).

Mohammad Faisal mendorong agar Mendag Zulhas menunjukan kemampuannya sebagai politisi untuk menggandeng pihak-pihak terkait untuk mengendalikan harga migor curah.

Baca: Sederet PR Menanti Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan

Ia juga meminta agar Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu benar-benar memahami kondisi minyak goreng di Tanah Air. Termasuk memperbaiki permasalahan struktural agar harga minyak goreng dalam negeri terjangkau masyarakat.

"Jangka panjangnya kita harus melihat permasalahan strukturalnya, masa kita sebagai negara produsen terbesar minyak sawit, harus bergantung pada harga internasional? Artinya harga itu harus juga ada peran secara diplomasi perdagangan bahwa harga acuan minyak sawit itu juga ditentukan oleh produsen terbesarnya. Ada tidak usaha pemerintah dari sisi diplomasi perdagangannya? Tentu saja ada syarat-syaratnya. Nah itu yang harus dipenuhi syaratnya," pungkas Mohammad Faisal.

Editor: Kurniati Syahdan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?