Share This

Usut Tewasnya Haringga, Kemenpora Ingin Liga Dihentikan Sementara

"Selama dua minggu ini kemungkinan melakukan kajian, kami ingin tahu juga rencananya PSSI dalam memberikan sanksi," jelas Sekretaris Kemenpora, Gatot S Dewa Broto.

NASIONAL , NASIONAL

Selasa, 25 Sep 2018 22:32 WIB

Suporter Timnas Indonesia beri dukungan saat pertandingan Timnas U19 Indonesia melawan Timnas U19 Cina di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/9). (Foto: ANTARA/ Sigid K)

KBR, Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) meminta Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menghentikan kompetisi liga hingga dua pekan ke depan. Langkah ini merespons tewasnya pendukung klub sepakbola, Haringga Sirila akibat dikeroyok massa.

Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto mengatakan, penghentian sementara itu ditempuh agar pelbagai pihak bisa melakukan pengusutan. Selain itu juga sebagai jeda untuk introspeksi mengingat kekerasan dalam pertandingan sepakbola terjadi berulang kali.

"Supaya pihak terkait melakukan introspeksi, dan menyusun planning nextnya apa yang harus dilakukan. Dan sebagai bentuk duka cita mereka," jelas Gatot saat dihubungi reporter KBR, Selasa (25/9/2018).

"Selama dua minggu itu kemungkinan melakukan kajian, kami ingin tahu juga rencananya PSSI dalam memberikan sanksi. Kan yang berhak memberikan sanksi kepada klub kan bukan pemerintah, tapi adalah PSSI," papar Gatot lagi.

Menurut Gatot, PSSI wajib menaati putusan dari Kemenpora selaku kementerian yang bertanggung jawab.

Haringga, pemuda usia 23 tahun itu tewas dikeroyok di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung. Untuk menindaklanjuti insiden tersebut, Kemenpora malam ini berencana menyurati PSSI dan kepolisian.

Kata Gatot, tak menutup kemungkinan kementerian di bawah komando Imam Nahrawi itu juga segera menemui pengurus induk sepak bola nasional PSSI. Komunikasi antar-pemangku kebijakan menurutnya telah diinstruksikan pula oleh Presiden Joko Widodo.

Mengenai usulan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) untuk memberikan waktu sepekan kepada PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) mencari solusi serta menyelesaikan masalah ini, Gatot merasa Kemenpora perlu waktu lebih lama untuk memproses desakan BOPI tersebut.

Baca juga:


Tanggapan Kontestan Liga

Kebijakan Kemenpora meminta penghentian kompetisi liga Indonesia untuk sementara itu mengundang tanggapan salah satu klub kontestan Liga 1, PSMS Medan. Sekretaris PSMS, Julius Raja menyebut tim berjuluk Ayam Kinantan ini bakal menyetujui apapun keputusan PSSI menyikapi insiden tewasnya seorang suporter.

"Menpora menyuruh kita untuk cooling down dulu kemudian mengapresiasi terhadap suporter yang meninggal dunia. Kami turut berduka cita atas kejadian ini. Tentunya kebijakan-kebijakan itu ada di liga. Kalau PSMS kan tunduknya ke liga. Jadi apapun keputusan liga ya harus kami ikuti," kata Raja kepada KBR, Selasa (25/9/2018).

Jika nantinya moratorium liga diberlakukan, menurutnya pasti bakal memunculkan dampak positif dan negatif. Salah satunya, kerugian tentu didapat para kontestan Liga 1 yang akan melakoni laga tandang. 

"Plusnya, waktu rehat lebih panjang. Minusnya bagi klub-klub yang sudah beli tiket pasti ada kerugian, pembayaran gaji pemain juga diperpanjang. Jadi ada plus minusnya."

Namun begitu, pria yang kerap disapa King ini juga tak menyudutkan keputusan Kemenpora. Pasalnya, Kemenpora termasuk pihak yang berwenang mengambil keputusan untuk mengatasi dan mencegah agar insiden memilukan ini tak berulang. 

"Ini juga untuk introspeksi diri bagi suporter lain, terutama yang buat kekerasan. Nah, ini semua bagaimana kita ciptakan suasana kompetisi sepakbola Indonesia damai tanpa ada keributan," pungkas Raja.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.