Share This

Sandiaga Sebut Proyek Infrastruktur Jokowi Tak Signifikan Kurangi Pengangguran

, BERITA , NASIONAL

Selasa, 25 Sep 2018 11:28 WIB

Cawapres Sandiaga Uno jalani tes kesehatan di RSPAD Gatot Subroto, Senin (13/08/18). (Antara/Sigid)

KBR, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut dua, Sandiaga Uno, menilai proyek infrastruktur yang dibangun pada masa pemerintahan calon presiden pertahana Joko Widodo, tak signifikan mengurangi pengangguran. Sandiaga sempat memuji capaian pembangunan infrastruktur yang dibangun Jokowi di seluruh Indonesia. Meski begitu, kata dia, dampaknya pada ekonomi dan kesejahteraan masyarakat belum terlalu terasa.

"Berefek tapi tidak memiliki efek yang signifikan dan subtansial. Malah tadi yang disampaikan Pak Presiden sendiri, bahwa keinginan Kadin memberikan peluang pada dunia usaha, untuk mengerjakan infrastruktur. Perkembangan pemerintah dan dampak yang dirasakan, lapangan pekerjaan tidak langsung diciptakan melalui pembangunan infrastruktur ini," kata Sandiaga di Hotel Ritz Carlton, Senin (24/09/2018).

Sandiaga mengklaim sangat memahami permasalahan ekonomi Indonesia, lantaran lama menjadi pengurus Kadin Indonesia, mulai dari wakil ketua umum, hingga yang terkahir menjadi wakil ketua umum bidang UMKM dan ekonomi kreatif. "Masalah yang harus diatasi Indonesia saat ini adalah tingginya angka pengangguran," ujarnya. 

Ia mengklaim telah membicarakan isu tersebut sejak dua tahun lalu, hingga kemudian kelompok pengusaha, seperti Kadin, juga ikut memberikan perhatian sebagai isu utama. 

Menurut Sandiaga, pembangunan infrastruktur yang ditawarkan Jokowi, belum berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan upaya pengurangan kemiskinan di Indonesia. Sandiaga menilai, Jokowi yang menawarkan pengerjaan proyek infrastruktur kepada pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, menunjukkan dampak ekonominya belum terasa. 

Sayangnya, ia tak memberikan komparasi yang jelas mengenai penilaiannya tersebut. Meski begitu, Sandiaga mengucapkan selamat pada Jokowi karena dianugerahkan penghargaan sebagai tokoh pemerataan pembangunan, oleh Kadin Indonesia. (Mlk)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.