Share This

Ini Jawaban Istana Soal Tudingan Jadi Dalang di Balik Laporan Asia Sentinel

Di mana letak kesimpulan mem-backing itu di mana? Kan harus ada data atau korelasi yang valid kemudian bisa disimpulkan ada hubungan dengan Istana," kata Johan.

, NASIONAL

Selasa, 18 Sep 2018 14:51 WIB

Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Johan Budi SP saat menjawab pertanyaan wartawan. (Foto: Setkab.go.id/ Rahmat)

KBR, Jakarta - Juru bicara Presiden Joko Widodo, Johan Budi Sapto Pribowo membantah tudingan yang menyebut lingkar istana jadi dalang di balik penerbitan laporan Asia Sentinel terkait skandal pencurian uang pajak sebesar USD 12 miliar oleh pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Tuduhan misalnya dilontarkan Wakil Sekretaris Jenderal Partai demokrat Rachland Nashidik. Ia mengunggah foto Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bersama Pemimpin Redaksi Asia Sentinel Lin Neumann.

Menurut Johan, sangkaan yang hanya berdasar pada foto tersebut, tak berdasar. Bahkan kata dia cenderung mengada-ada.

"Saya kira enggak ada hubungan sama sekali. Di mana letak kesimpulan mem-backing itu di mana? Kan harus ada data atau korelasi yang valid kemudian bisa disimpulkan ada hubungan dengan Istana," kata Johan di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (18/9/2018).

Ia pun mengatakan, lingkar istana tak memiliki hubungan dengan orang-orang di Asia Sentinel.

"Kedua, jangan kemudian apa-apa selalu dikaitkan dengan Istana. Saya pikir enggak ada persoalan Istana dengan Pak SBY. Hubungannya baik-baik saja," tambah Johan.

Johan melanjutkan, foto yang diunggah Rachland tersebut memuat banyak orang, bukan hanya Moeldoko dan Neumann. Sehingga, tudingan soal istana terlibat dalam laporan Asia Sentinel ia sebut sebagai "jumping conclusion".

Sebelumnya, Asia Sentinel memuat laporan mengenai dugaan skandal pencurian uang pajak sebesar USD12 miliar oleh pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Laporan berjudul "Indonesia's SBY Government: Vast Criminal Conspiracy" itu menyebut aliran dana Bank Century untuk Partai Demokrat. Setidaknya 30 pejabat era SBY, termasuk bekas Wakil Presiden Boediono yang diduga terlibat.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.