Share This

Gempa Donggala, BNPB: Pendataan Korban dan Dampak Terus Berlangsung

BNPB menerjunkan tim reaksi cepat untuk melakukan penanganan darurat gempa di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

, NASIONAL

Jumat, 28 Sep 2018 22:57 WIB

Seorang anak melintas di depan rumah yang roboh akibat gempa di Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9). (Foto: ANTARA/ BNPB/Sutopo)

KBR, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerjunkan tim reaksi cepat untuk melakukan penanganan darurat gempa di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Melalui keterangan tertulis yang diterima KBR, juru bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyatakan, petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, pemerintah setempat dan relawan melakukan evakuasi dan pertolongan kepada korban. Laporan sementara terdapat beberapa korban meninggal karena tertimpa bangunan roboh.

Tsunami pun menerjang beberapa bangunan dan pemukiman yang berbatasan dengan pantai. Untuk jumlah korban dan dampaknya hingga kini masih dalam pendataan.

"Korban yang luka-luka ditangani petugas kesehatan. Penanganan darurat terus dilakukan," kata Sutopo dalam keterangan tertulis, Jumat (28/9/2018).

Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Bernardus Wisnu Widjaja mengungkapkan, data yang diterima sore tadi menyebut ada satu orang yang dilaporkan meninggal dan beberapa lainnya luka-luka. "Masih segitu tapi saya kira berkembang, jadi biasa di tahap awal gempa bumi. Nanti akan berkembang. Yang kami khawatirkan itu," kata Wisnu kepada KBR, Jumat (28/9/2018).

Wisnu mengatakan komunikasi di wilayah itu terputus, Base Transceiver Station (BTS) pun tidak berjalan. Kabupaten yang merasakan gempa di antaranya Donggala, Kasimbar, Tobolov, Taribulu, Donggalang, Sabang, dan Dantinumbuh.

Gempa berkekuatan magnitude 7,7 yang kemudian dimutakhirkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjadi 7,4 skala richter mengguncang Kota Palu dan Donggala, Jumat (28/9/2018) pukul 17.02 WIB atau 18.02 WITA. Dalam keterangan BNPB disebut, BMKG telah mengaktivasi peringatan dini tsunami dengan status siaga (tinggi potensi tsunami 0,5-3 meter) di Pantai Donggala bagian barat dan status waspada (tinggi potensi tsunami kurang dari 0,5 meter) di Pantai Donggala bagian utara, Mamuju bagian utara dan Kota Palu bagian barat. BMKG lantas mengakiri peringatan dini tsunami pada Jumat (28/9/2018) pukul 17.36 WIB atau 18.36 WITA.

Menurut BMKG, tsunami menerjang pantai. Kondisi tersebut juga dikonfirmasi petugas di posko BNPB bahwa tsunami menerjang Pantai Talise di Kota Palu dan pantai di Donggala. Beberapa video yang didokumentasikan warga dan tersebar dimedia sosial pun mengenai tsunami di kota itu adalah benar.

"Betul," jawab Wisnu singkat saat dikonfirmasi KBR.

Hingga Jumat (28/9/2018) malam komunikasi masih terputus. Kondisi ini menurut Sutopo, menyulitkan koordinasi dan pelaporan dari daerah. Jaringan listrik di Palu dan Donggala pun padam. Sementara gempa susulan masih berlangsung.

Sementara laporan sementara kata Wisnu, warga di daerah terdampak dalam kondisi panik lantaran beberapa bangunan rumah roboh. Karenanya, BNPB juga mengimbau untuk tetap waspada dan berada di luar bangunan. Sebab, menurutnya, gempa susulan masih berpotensi terjadi. 



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.