Share This

Diduga Terlibat ISIS, 3 WNI Ditangkap Polisi Malaysia

Kepolisian Indonesia membenarkan adanya penangkapan tiga Warga Negara Indonesia (WNI) oleh Kepolisian Malaysia.

NASIONAL , NASIONAL

Kamis, 19 Jul 2018 21:35 WIB

Ilustrasi: Bendera ISIS. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Kepolisian Indonesia membenarkan adanya penangkapan tiga Warga Negara Indonesia (WNI) oleh Kepolisian Malaysia. Juru bicara Mabes Polri Setyo Wasisto mengatakan penangkapan WNI di negeri jiran itu lantaran ketiganya diduga berafiliasi dengan jaringan Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

"Ada penangkapan warga indonesia di Malaysia, Ada 3 orang yang diduga terafiliasi dengan kelompok ISIS," kata Setyo di gedung DPR, Kami (19/7/2018).

"Jadi mereka melalui perbatasan atau tempat imigrasi di Malaysia, kemudian sudah terdeteksi oleh otoritas Malaysia. Mereka ada indikasi terkait dengan ISIS, oleh sebab itu diamankan disana," tambahnya.

Ia mengatakan, kini kepolisian Indonesia tengah berkoordinasi dengan atase polisi di Malaysia untuk mendalami informasi tersebut. Seetyo menambahkan, salah satu WNI yang ditangkap itu berinisial UR (42 th). Sementara dua lainnya belum diketahui identitasnya. Total, Kepolisian Malaysia menangkap tujuh orang yang diduga berkaitan dengan jaringan teroris ISIS. Ketiga WNI yang diringkus itu kata Setyo sudah masuk pantauan polisi Malaysia.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.