Share This

Bupati Labuhanbatu Kena OTT KPK

Penyidik KPK menangkap lima orang, satu di antaranya merupakan Kepala Daerah Labuhanbatu dalam operasi tangkap tangan di dua lokasi.

HEADLINE , NASIONAL

Selasa, 17 Jul 2018 23:32 WIB

Ilustrasi. Gedung KPK. (Foto: Mahkamahkonstitusi.go.id)

KBR, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap lima orang dalam operasi tangkap tangan di lokasi yang berbeda, Selasa (17/7/2018) malam. Salah satu di antaranya adalah Kepala Daerah Kabupaten Labuhanbatu, Sumatra Utara, Pangonal Harahap. Petugas KPK mencokok Pangonal di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Segera setelahnya, Pangonal langsung dibawa ke Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan.

Sementara pada waktu yang nyaris bersamaan, petugas KPK menangkap empat orang di Labuhanbatu. Beberapa di antaranya berasal dari unsur swasta. Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, empat orang tersebut bersama Bupati Pangonal diduga terlibat kongkalikong terkait proyek di dinas pekerjaan umum dan perumahan rakyat.

"Ada dugaan penerimaan yang terkait dengan proyek Labuhanbatu. Nanti kami identifikasi lebih jauh. Kami sedang jalani," kata Febri di Gedung KPK Jakarta, Selasa (17/7/2018) malam.

"Itu terkait proyek di Dinas PUPR. Kami duga uang tersebut diberikan terkait dengan proyek yang dianggarkan di Dinas PUPR setempat," tambahnya lagi.

Sementara Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap ditahan di Gedung KPK, empat orang lainnya masih diperiksa di kantor Polres di kabupaten tersebut. Febri melanjutkan, empat orang itu rencananya dibawa ke Gedung KPK pada Rabu (18/7/2018) besok.

Dari hasil operasi tangkap tangan tersebut, penyidik KPK beroleh bukti berupa nilai transfer uang. Namun Febri tak merincinya. Juru bicara KPK itu hanya menyebut, jumlahnya berkisar ratusan juta Rupiah.

"Tim masih di lapangan untuk rangkaian kegiatan ini," kata dia.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.