Share This

Menag Imbau Petinggi Kampus Waspadai Penyebaran Terorisme

Sebagai langkah pencegahan, Menteri Agama Lukman Hakim mendorong mata kuliah agama untuk lebih diarahkan pada paham yang moderat.

HEADLINE , NASIONAL

Rabu, 06 Jun 2018 11:21 WIB

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kiri) didampingi Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Abdullah Zaidi (kanan) saat sidang Isbat 1439 Hijriah di Jakarta, Selasa (15/5). (Foto: ANTARA/ Puspa P)

KBR, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta seluruh rektor perguruan tinggi, khususnya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, untuk memastikan kampusnya tidak menjadi tempat penyebaran terorisme. Tertangkapnya tiga terduga teroris di Universitas Riau menurut Lukman harus  menjadi peringatan bahwa kampus juga rentan disusupi paham ekstremis.

"Kalangan civitas academica betul-betul menjaga kampus. Bagaimanapun juga itu lembaga pendidikan tinggi yang memiliki kebebasan mimbar, harus dijaga betul agar tidak bertolak belakang dengan misi yang harus diemban," kata Lukman di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (5/6/2018).

Ia menilai, penangkapan teroris di Universitas Riau telah mencoreng tridharma perguruan tinggi. Lukman pun meminta rektor dan jajarannya turun mengecek langsung kegiatan-kegiatan pengajaran dan kemahasiswaan di kampus.

Kebabasan akademik di kampus harus tetap dipertahankan. Namun di sisi lain, dia mengingatkan kebebasan itu tidak boleh diselewengkan untuk menyebarkan paham terorisme. Sebagai langkah pencegahan, Lukman mendorong mata kuliah agama untuk lebih diarahkan pada paham yang moderat.

"Setiap agama hakikatnya memiliki paham keagamaan yang moderat. Tidak ekstrem, tidak ada agama yang mengajarkan ekstremis, yang terlalu berlebihan itu baik berlebihan ke kanan maupun ke kiri. Agama itu mengajarkan moderasi."

Baca juga:





Editor: Nurika Manan
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.