Share This

Asian Games, Jokowi Ingin Aspek Keamanan Dapat Perhatian Khusus

"Kita ingin negara-negara peserta Asian Games meyakini bahwa indonesia aman untuk dikunjungi dan kondisi keamanan sepenuhnya terkendali," kata Jokowi.

HEADLINE , NASIONAL

Senin, 28 Mei 2018 12:20 WIB

Presiden Joko Widodo saat menyampaikan sambutan pada penutupan Workshop Nasional Anggota DPRD PPP 2018 di Jakarta, Selasa (15/5). (Foto: ANTARA/ Wahyu P)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo memerintahkan agar bawahannya memberi perhatian khusus terhadap aspek keamanan dalam pelaksanaan Asian Games 2018. Pasca rentetan teror bulan ini, kata dia, perlu upaya lebih untuk meyakinkan negara-negara peserta Asian Games bahwa Indonesia aman untuk dikunjungi.

"Kita ingin negara-negara peserta Asian Games meyakini bahwa indonesia aman untuk dikunjungi dan kondisi keamanan sepenuhnya terkendali," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas Asian Games di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (28/5/2018).

Agustus nanti, Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games yang ke-18. Jokowi meminta persiapan seluruh venue maupun infrastruktur pendukung lainnya segera dirampungkan. 

Selain menyinggung masalah keamanan, Jokowi juga kembali menyentil masalah promosi yang ia rasa masih kurang. Sejauh ini, baru TNI dan Polri yang menurutnya sudah aktif mempromosikan Asian Games.

"Saya lihat yang kelihatan sudah bergerak di Jakarta maupun di daerah hanya TNI dan Polri."

Baca juga:

Sebelumnya Jokowi sudah menginstruksikan semua menterinya ikut aktif mempromosikan Asian Games kepada masyarakat. Acara ini menurutnya sangat penting karena akan mempertaruhkan citra Indonesia sebagai tuan rumah.

Jokowi juga sempat mengeluhkan promosi yang sepi karena terbatasnya anggaran yang dialokasikan. Dari total Rp6,6 triliun yang dianggarkan untuk Asian Games, panitia penyelenggara hanya mengalokasikan 2,5 persennya atau Rp165 miliar untuk pos promosi.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.