Cerita Foto: Akhir Derita Buaya Berkalung Ban

Operasi pertama dilakukan oleh organisasi perlindungan satwa JAAN Indonesia bersama Kelompok Pecinta Alam (KPA) setempat pada Desember 2016

GALERI_FOTO , NASIONAL

Selasa, 22 Feb 2022 14:18 WIB

Author

Rony Sitanggang

KBR- Kalung ban yang menjerat leher seekor buaya di Sungai Palu, Sulawesi Tengah, akhirnya berhasil dilepaskan. Proses pelepasan kalung ban di leher buaya itu cukup lama. Upaya tersebut bahkan sudah dilakukan sejak lima tahun lalu oleh sejumlah pihak, terutama dari kalangan pecinta binatang.

Kemunculan pertama buaya berkalung ban di Sungai Palu, Sulawesi Tengah terjadi pada  September 2016 hingga membuat heboh warga setempat. Kondisi satwa dilindungi itu menarik perhatian warga sekitar bahkan sampai mancanegara. Berbagai upaya dilakukan untuk menangkap serta melepaskan ban dari leher buaya tersebut. Tapi tak kunjung berhasil.

Usaha penyelamatan dilakukan sejak Desember 2016. Operasi pertama dilakukan  organisasi perlindungan satwa JAAN Indonesia bersama Kelompok Pecinta Alam (KPA) setempat. Namun upaya yang dilakukan selama 13 hari itu gagal, dan kalung ban yang melingkar di leher buaya masih belum bisa dilepas.

Tak hanya itu, misi penyelamatan satwa dilindungi tersebut juga pernah dilakukan ahli penanganan satwa liar dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Muhamad Panji atau Panji Petualang. Namun, belum membuahkan hasil.

Selain dari Indonesia, misi penyelamatan juga dilakukan ahli satwa liar Matt Wright asal Australia kemudian Forrest Galante asal Amerika Serikat.

Pecinta satwa asal Prancis dan Malaysia juga pernah mendatangi habitat satwa tersebut dengan niat melakukan penyelamatan namun terkendala izin berwenang.

Lihat juga:

Manisnya Madu Asli Sumbawa

Kritik Menggelitik dalam Spanduk Mahasiswa

Derita buaya yang terjerat ban sepeda motor akhirnya berakhir. Hili (35), seorang warga asal Sragen, Jawa Tengah, berhasil menangkap dan melepaskan ban yang bersarang pada leher buaya sepanjang enam meter dan berbobot lebih dari satu ton tersebut pada Senin (7/2/2022).

Penangkapan dilakukan Hili dengan jerat menggunakan peralatan tali, bambu dan seekor ayam sebagai umpan. Buaya betina itu menyambar umpan dan jebakan yang dipasang Hili di Sungai Palu, Jembatan II, Kecamatan Palu Selatan.

Warga Kota Palu itu kemudian dibantu masyarakat untuk membawa buaya ke tepi sungai. Setelah berhasil memotong dan melepas ban, buaya dilepaskan kembali ke sungai yang menjadi habitatnya.

Foto:  Mohammad Hamzah (Antara)

Editor: Sindu 



Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Drama Pemeriksaan Gratifikasi Gubernur Lukas Enembe

Most Popular / Trending