Share This

Presiden SBY Tanam Pohon di Kawasan Gunung Slamet

GALERI_FOTO

Rabu, 27 Feb 2013 11:15 WIB

hutan, gunung slamet, presiden sby

Menyelamatkan hutan adalah tugas kita semua. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan hal ini dalam acara penanaman pohon di kawasan Gunung Slamet, Jawa Tengah.

Presiden mengatakan hutan sangat penting, kalau hutan rusak hadir bencana, kurang air, longsor dan banjir. ”Beberapa saat lalu Manado terkena banjir dan longsor, Bojonegroro banjir, Jambi banjir, Jakarta sendiri banjir, ini akibat gunung atau bukit-bukit banyak yang gundul. Hutannya rusak,” ujar Presiden.

Dalam kesempatan yang sama Presiden SBY juga memberikan bantuan uang sebesar Rp 100 juta kepada masing-masing kelompok tani dan lembaga masyarakat yang peduli pelestarian hutan. Bantuan diharapkan dapat memaksimalkan kegiatan pemberdayaan masyarakat terkait pelestarian hutan. ”Membantu rakyat itu wajib. Apa yang dibantu? Ya memang apa yang perlu dibantu. Sesuaikan dengan kemampuan negara. Yang penting adil, adil bagi semua” kata Presiden.

Pemberdayaan masyarakat jadi kunci berhasilnya pengelolaan hutan di Indonesia. Termasuk di Kawasan Gunung Slamet, Jawa Tengah. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.