Share This

Presiden SBY Tanam Pohon di Hutan Sahabat Green

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan adopsi pohon di hutan sahabat green di pasir Sarongge, desa Ciputri, Jawa Barat. Presiden akan menanam pohon rasamala sedangkan Ibu Ani Yudhoyono menanam pohon Kihujan. Kedua pohon tersebut bisa hidup ratusan ta

GALERI_FOTO

Rabu, 16 Jan 2013 10:51 WIB

hutan sahabat green, sarongge

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan adopsi pohon di hutan sahabat green di pasir Sarongge, desa Ciputri, Jawa Barat. Presiden akan menanam pohon rasamala sedangkan Ibu Ani Yudhoyono menanam pohon Kihujan. Kedua pohon tersebut bisa hidup ratusan tahun.

Selain menanam pohon, Presiden juga memberikan bantuan kepada Kelompok Ternak Domba Baranahan, Masjid Al-Barokah, Green Radio, Posyandu Camellia dan Sekolah TK Tunas Kencana Putri.

Kegiatan adopsi pohon ini merupakan bagian dari Gerakan Menanam 1 Miliar Pohon yang dicanangkan pemerintah. SBY didampingi oleh sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II antara lain Mensesneg Sudi Silalahi, Menko Perekonomian Hatta Radjasa, Panglima TNI Agus Suhartono, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi dan Manteri Koperasi UKM Syarifuddin Hassan.

Program Adopsi Pohon di desa pasir Sarongge dilakukan oleh Green Radio sejak 2008. Saat ini sudah lebih dari 18.000 pohon yang ditanam. Program adopsi pohon ini bertujuan untuk menghijaukan kembali kawasan yang masuk area Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.