Share This

[Foto] Rumah Digusur, Warga Bukit Duri Hanya Bisa Menatap dari Jauh..

Puluhan warga dan pendamping dari Komunitas Warga Bukit Duri hanya bisa menatap dari jauh dan mengelar aksi damai menentang penggusuran, ketika alat berat meratakan tembok-tembok bangunan di lokasi i

, BERITA , NASIONAL , GALERI , GALERI_FOTO

Rabu, 28 Sep 2016 09:59 WIB

Seorang petugas Satpol PP DKI memindahkan anak-anak korban penggusuran di Kampung Bukit Duri Jaksel, Rabu (28/9/2016). (Foto: Gilang/KBR)

KBR, Jakarta - Tanpa mendapat "perlawanan" fisik, aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP DKI Jakarta menggusur dan meratakan bangunan di Kampung Bukit Duri, Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.

Puluhan warga dan pendamping dari Komunitas Warga Bukit Duri hanya bisa menatap dari jauh dan mengelar aksi damai menentang penggusuran, ketika alat berat meratakan tembok-tembok bangunan di lokasi itu. Warga dan wartawan tidak bisa masuk ke lokasi penggusuran, karena sudah disterilkan oleh aparat kepolisian.

Warga sudah menentang rencana penggusuran di Bukit Duri, termasuk dengan 'perlawanan' melalui gugatan kelompok (class action) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan tergugat Pemerintah Provinsi DKI, Pemkot Jakarta Selatan dan Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane (BBSCC). Meski sidang masih berlanjut, penggusuran ternyata jalan terus.

Gambar di atas memotret sedikit suasana penggusuran melalui kamera Reporter KBR Gilang Ramadhan.

Editor: Agus Luqman
 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.