Share This

Membangun Papua

Kita belajar; pembangunan infrastruktur tidak serta merta memulihkan situasi keamanan di tanah Papua. Apalagi jika melulu mengedepankan pendekatan keamanan dalam menangani konflik.

OPINI , EDITORIAL

Kamis, 06 Des 2018 01:40 WIB

Author

KBR

Presiden Jokowi perintahkan tangkap pelaku penembakan di Papua

Presiden Joko Widodo mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga korban serta memerintahkan prajurit TNI dan Polri menangkap seluruh pelaku dan menjamin pengerjaan jalan Trans Papua tetap berjalan. (Foto: Antara/Wahyu Putro A).

"Kita tidak akan pernah takut!" Begitu tegas Presiden Joko Widodo . Jokowi memastikan pengerjaan proyek Trans Papua   sepanjang 4.600 kilometer tetap lanjut pasca penembakan yang menewaskan puluhan pekerja di Distrik Yigi, Nduga. Pembangunan infrastruktur yang merata menurutnya adalah komitmen negara mewujudkan keadilan bagi warga Papua. Lantas ia minta Panglima dan Kapolri kirim tambahan personil untuk menjaga seluruh pengerjaan proyek infrastruktur di Papua.

Wilayah Kabupaten Nduga masuk dalam bagian proyek jalan dan jembatan Wamena-Mamugu sepanjang 278 kilometer. Di kabupaten seluas dua ribuan kilometer persegi itu, konflik bersenjata bukan pertama kali terjadi. Komnas HAM  mencatat, setidaknya ada tiga kasus serupa. Serangan bersenjata terhadap warga sipil, pesawat Trigana Air hingga penyanderaan belasan guru.

Ironis, rentetan peristiwa terjadi ketika pemerintah berusaha membangun kawasan yang selama ini ‘dipinggirkan’ oleh Jakarta. Pun begitu mestinya kita belajar;  pembangunan infrastruktur tidak serta merta memulihkan situasi keamanan di tanah Papua.  Apalagi jika melulu mengedepankan pendekatan keamanan dalam menangani konflik. Kabupaten di wilayah Pegunungan Tengah ini menurut penelitian tim Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memiliki apa yang mereka sebut sebagai "memori kolektif buruk tentang kekerasan negara dan cenderung anti pemerintah". 

Presiden Jokowi yang pernah mengunjungi Nduga tentu paham, membangun Papua bukan soal adu nyali. Artinya mesti serius juga membuka ruang-ruang dialog sambil mewujudkan mimpi membangun Papua.

 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.