Share This

Caleg Penyandang Disabilitas

Di Pemilu 2019 mendatang, ada 32 caleg penyandang disabilitas yang akan berlaga. Ketika banyak caleg mesti meminta restu partai politik supaya diusung, rupanya sebagian besar justru dilamar partai.

OPINI , EDITORIAL

Senin, 03 Des 2018 01:23 WIB

Author

KBR

Peringatan hari disabilitas internasional di Surabaya

Sejumlah penyandang disabilitas fisik di Surabaya mengikuti jalan sehat untuk menyemarakkan Hari Disabilitas Internasional 2018. (Foto: Antara/M Risyal Hidayat).

Hari ini, dunia merayakan Hari Penyandang Disabilitas Internasional. Apakah dunia sudah jadi tempat yang ramah bagi teman-teman kita yang menyandang disabilitas? Contoh sederhana adalah soal fasilitas publik, yang harusnya bisa dipakai semua. Dan kita tahu persis, tak semua kota siap dengan fasilitas publik yang mendukung akses bagi para penyandang disabilitas.

Di Pemilu 2019  mendatang, ada 32 caleg  penyandang disabilitas yang akan berlaga. Ketika banyak caleg mesti meminta restu partai politik supaya diusung, rupanya sebagian besar justru dilamar partai. Ini indikasi yang menarik, meski kita juga mesti melihatnya secara kritis. Jangan sampai partai politik menghadirkan caleg penyandang disabilitas  semata-mata demi menggaet pemilih dari kelompok disabilitas. Di internal partai sendiri, para caleg ini juga pasti mesti berjuang keras; demi mendorong isu yang dekat dengan mereka supaya naik ke permukaan. 

Harus diakui, masih banyak stigma negatif terhadap penyandang disabilitas. Mereka dianggap punya kemampuan yang kurang, tak berdaya, dan sebagainya. Dengan begitu, beban yang dipikul seorang caleg penyandang disabilitas pun lebih berat, karena ia juga membawa harapan dari kelompoknya. 

Perjuangan untuk membuat dunia lebih ramah bagi penyandang disabilitas masih sangat panjang. Paling tidak kita bisa memulainya dari diri sendiri - tak memandang penyandang disabilitas sebelah mata. Karena sesungguhnya kita mesti sama-sama membuat dunia ini ramah buat semua, termasuk mereka yang menyandang disabilitas. 

 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.