Wahai Pejabat, Tirulah Dirut PLN

Hari ini, 9 Desember, dunia merayakan hari antikorupsi. Sejumlah negara sudah menandatangani konvensi PBB tentang pemberantasan korupsi, termasuk Indonesia.

EDITORIAL

Minggu, 08 Des 2013 22:04 WIB

Author

KBR68H

Wahai Pejabat, Tirulah Dirut PLN

dirut pln, mundur, hari antikorupsi

Hari ini, 9 Desember, dunia merayakan hari antikorupsi. Sejumlah negara sudah menandatangani konvensi PBB tentang pemberantasan korupsi, termasuk Indonesia. Kemarin, ribuan  warga yang berada di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta Pusat memperingati Hari Anti Korupsi Internasional bertemakan "100 persen lawan korupsi".
 
Sekjen Tranparansi Internasional (TI) Indonesia, Dadang Trisasongko meminta masyarakat terlibat dalam berbagai kegiatan yang bertujuan memperluas penyadaran dan perlawanan terhadap korupsi. Memang, pemberantasan korupsi bukan hanya tugas aparat hukum seperti polisi, jaksa dan juga KPK. Masyarakat dari segala lapisan juga harus berjuang melawan korupsi dengan berbagai cara.
 
Ancaman penjara sepertinya tidak membuat takut para koruptor untuk korupsi. Hampir setiap hari kita disuguhi berita korupsi di koran, televisi dan juga radio. Di daerah maupun pusat.  Sebagian pelaku korupsi justru merupakan penegak hukum. Kehadiran KPK sama sekali tidak membuat gentar koruptor.
 
Tapi selalu ada yang berbeda. Direktur Utama PLN Nur Pamudji contohnya. Ia mengajukan pengunduran diri kepada Menteri BUMN setelah diperiksa Kejaksaan Agung dalam kasus pengadaan turbin sektor Belawan. Nur Pamudji belum berstatus tersangka. Namun sejumlah anak buahnya sudah menyandang status tersebut.
 
Nur Pamudji adalah sosok yang dinilai jujur. Penilaian itu datang dari atasannya, Menteri BUMN Dahlan Iskan. Dahlan tidak asal ngomong. Beberapa waktu lalu, Nur Pamudji menerima penghargaan Bung Hatta Anti Corruption Award. Bersama Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Nur Pamudji dinilai memiliki integritas dan komitmen kuat dalam pemberantasan korupsi.
 
Sebagai seorang pemimpin,  Nur Pamudji merasa bertanggung jawab atas kasus korupsi yang terjadi di instansinya. Itulah yang membuat orang nomor satu di PLN itu mengajukan surat pengunduran diri. Menteri  Dahlan selayaknya bangga punya anak buah dengan integritas yang tinggi seperti Pamudji. Meski belum tentu salah, dia tidak nyaman dengan kasus korupsi yang terjadi di PLN.
 
Tidak ada alasan untuk menolak pengunduran diri Pamudji. Justru, pejabat negara lainnya harus meniru sikap Pamudji yang langsung mengajukan pengunduran diri ketika dirinya dikaitkan dalam sebuah  kasus korupsi, meski belum jadi tersangka. Pamudji telah memberikan kado indah dalam peringatan Hari Anti-korupsi tahun ini dengan memberi teladan bagaimana seharusnya seorang pejabat menjaga integritas.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - EDITORIAL

Most Popular / Trending

Eps.2: Kuliah di UK, Cerita dari Rizki Putri Part 2

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17